
Pelatihan berlangsung dinamis melalui simulasi, diskusi kelompok, dan brainstorming, yang menghasilkan beberapa rencana aksi nyata. Di antaranya, inisiatif daur ulang sampah bernilai ekonomi serta penyusunan mekanisme pengelolaan kas PKK yang lebih transparan dan efektif.
Baca juga: Bikin Bangga, Mahasiswa UBP Karawang Raih Juara 1 MTQ Tingkat Asia
Salah satu peserta, Ibu Siti, mengungkapkan antusiasmenya. Sebab dia mengaku selama ini kelompoknya aktif, tetapi kadang kurang terarah.
“Pelatihan ini membuka wawasan bahwa PKK bisa dikelola seperti perusahaan kecil, dengan strategi yang membuat semua anggota merasa dihargai. Ternyata konsep ‘hijau’ tidak sulit, justru bisa menghemat dan menambah pemasukan,” serunya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya model pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain. Sinergi antara UBSI dan masyarakat menjadi bukti kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung percepatan capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. (*)












