Beranda Headline Eks Karyawan Pindodeli Karawang Tuntut Pengembalian Tabungan: Tiga Tahun Tak Kunjung Cair

Eks Karyawan Pindodeli Karawang Tuntut Pengembalian Tabungan: Tiga Tahun Tak Kunjung Cair

Karyawan pindodeli karawang
Puluhan mantan karyawan PT Pindodeli kembali menggelar unjuk rasa di depan gerbang Pindodeli 2, Kawasan Industri Surya Cipta, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.

KARAWANG – Puluhan mantan karyawan PT Pindodeli kembali menggelar unjuk rasa di depan gerbang Pindodeli 2, Kawasan Industri Surya Cipta, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, pada Kamis (19/06/2025).

Aksi ini menjadi yang ketiga kalinya dilakukan untuk menuntut pengembalian dana tabungan koperasi yang belum dicairkan oleh pihak perusahaan.

“Ketika kami keluar, pensiun, atau diberhentikan, kami dijanjikan bahwa setelah delapan bulan, uang kami akan dicairkan,” ujar Badri, salah satu peserta aksi.

Baca juga: Layanan Diperluas, 13 Kecamatan di Karawang Bisa Bikin Akta Kematian dan Kelahiran

Badri mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi anggota koperasi karyawan selama 25 tahun, bahkan ada rekan lain yang telah bergabung selama 32 tahun. Namun hingga kini, janji pencairan dana tak kunjung dipenuhi.

“Sudah lebih dari tiga tahun kami menunggu, tapi belum ada kejelasan. Yang belum menerima bukan hanya kami yang sudah pensiun, tetapi juga pegawai yang masih aktif,” tambahnya.

Karyawan pindodeli karawang
Puluhan mantan karyawan PT Pindodeli kembali menggelar unjuk rasa di depan gerbang Pindodeli 2, Kawasan Industri Surya Cipta, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.

Menurutnya, alasan yang sering diberikan pihak koperasi adalah bahwa dana tersebut telah digunakan untuk membeli berbagai aset seperti tanah, rumah, hingga kendaraan. Kondisi koperasi pun disebut semakin memburuk.

Baca juga: Jaksa Tetapkan Dirut Petrogas Karawang Tersangka Korupsi Migas, Negara Rugi Rp 7,1 Miliar 

“Kopkar sekarang seperti sudah bangkrut. Dulu kami masih menerima SHU (Sisa Hasil Usaha), sekarang sudah tidak ada lagi,” keluhnya.

Mantan karyawan juga mengaku sudah beberapa kali melakukan mediasi dengan pihak koperasi, namun hanya diberi janji tanpa realisasi. “Jawabannya selalu ‘tunggu, kami sesuaikan dulu dengan database’. Tapi sampai sekarang tak ada hasil. Saya sudah tiga kali mediasi,” ungkap Badri.

Ia berharap dana tabungan bisa segera dikembalikan untuk digunakan sebagai modal usaha kecil atau biaya pendidikan anak. “Kami tidak menuntut muluk-muluk, hanya ingin hak kami dikembalikan,” tutupnya. (*)