Beranda Karawang Era AI Ubah Dunia Kerja, Rektor UBP Karawang Minta Lulusan Adaptif dan...

Era AI Ubah Dunia Kerja, Rektor UBP Karawang Minta Lulusan Adaptif dan Berintegritas

Rektor ubp karawang dunia ai
Rektor Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, Assoc. Prof. Dr. H. Budi Rismayadi, S.E., M.M., menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

KARAWANG – Rektor Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, Assoc. Prof. Dr. H. Budi Rismayadi, S.E., M.M., menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tanpa meninggalkan integritas, nilai-nilai kebangsaan, dan akar budaya.

Pesan tersebut disampaikan dalam pidato akademik pada Wisuda Universitas Buana Perjuangan Karawang yang mengusung tema “Navigasi Lulusan di Era Disrupsi: Mengintegrasikan Etika Bangsa, Resiliensi Ekonomi dan Akar Budaya Perjuangan.”

Dalam pidatonya, Rektor menyampaikan bahwa para wisudawan tidak hanya membawa ijazah sebagai bukti kelulusan, tetapi juga amanah untuk menjadi pemimpin dan agen perubahan di tengah transformasi global yang dipicu oleh perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Baca juga: Kekeringan Meluas ke 9 Desa di Karawang, 12.155 Jiwa Terdampak

Menurutnya, pendidikan tinggi saat ini dituntut terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah merupakan fondasi awal, sedangkan kemampuan berpikir kritis, fleksibilitas, dan semangat belajar sepanjang hayat menjadi bekal utama dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah.

Rektor mengutip World Economic Forum (WEF) melalui Future of Jobs Report 2025 yang memproyeksikan bahwa hingga tahun 2030 sekitar 92 juta pekerjaan di dunia akan tergeser akibat transformasi teknologi dan AI.

Namun, di sisi lain diperkirakan akan lahir sekitar 170 juta jenis pekerjaan baru berbasis teknologi, data, dan kecerdasan buatan sehingga menciptakan pertumbuhan bersih sekitar 78 juta peluang kerja baru.

Ia menilai kondisi tersebut harus dipandang sebagai peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana menciptakan inovasi serta lapangan pekerjaan baru melalui technopreneurship.

“Lulusan perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Kemampuan beradaptasi, terus belajar, dan berinovasi menjadi kunci untuk menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.

Selain penguasaan teknologi, Rektor menekankan pentingnya integritas sebagai karakter utama lulusan Universitas Buana Perjuangan Karawang. Menurutnya, kecanggihan teknologi tidak akan memiliki makna apabila tidak diiringi dengan kejujuran, kepatuhan terhadap hukum, serta komitmen terhadap nilai-nilai moral dan kebangsaan.

Baca juga: Sempat Kena Bogem, Kasus Pria ‘Mokondo’ dan Teman Kencannya di Karawang Kini Berakhir Damai

Ia juga mengingatkan bahwa kecerdasan buatan tidak akan mampu menggantikan nilai-nilai kemanusiaan seperti empati, kepemimpinan yang beretika, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor mengajak para lulusan untuk menjadikan nilai-nilai budaya Sunda sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat melalui falsafah Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh. Nilai tersebut dinilai relevan untuk membangun budaya saling berbagi ilmu, menumbuhkan empati, serta saling membimbing dan menjaga sesama di tengah dinamika kehidupan modern.