Beranda Regional Evaluasi Covid 19 Bekasi. angka Kesembuhan Capai 98,15%

Evaluasi Covid 19 Bekasi. angka Kesembuhan Capai 98,15%

KOTA BEKASI – Evaluasi Covid 19 Kota Bekasi yang dipimpin Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi seusai apel pagi Senin 10 Mei 2021 di Stadion Patriot Candrabhaga. Hadir Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Sekretaris Daerah Kota Bekasi Reny Hendrawaty.

Wali Kota Bekasi memaparkan bahwa laporan pekan ini pada 7 Mei 2021 bahwa angka kesembuhan mencapai 98,15 %, angka kematian masih stagnan di angka 1,27% dan kasus aktif menjadi 0,58 % seperti Kecamatan aktif dan masih memegang rate tertinggi diantaranya : Bekasi Selatan 41 kasus, Jatisampurna 29 kasus, Pondok Melati 25 kasus, Jatiasih 25 kasus, Mustika Jaya 23 kasus, Bekasi Utara 20 kasus, Rawalumbu 16 kasus, Bekasi Timur 15 kasus, Bekasi Barat 14 kasus, Pondok Gede 12 kasus, Medan Satria 8 kasus, dan ,Bantar Gebang 3 kasus.

Kasus aktif pada Kelurahan se Kota Bekasi pada pekan ini, disampaikan kepada tim wilayah penanganan Covid 19 Kota Bekasi, yakni : Jakasetia 15 kasus, Pekayon Jaya 11 kasus, Bojong Rawalumbu 11 kasus, Mustika Jaya 10 kasus, Perwira 9 kasus, Jatimelati 9 kasus,

“Bed Occipacy Red (BOR) atau ketersediaan ruangan isolasi di Kota Bekasi mengalami penurunan mencapai 46,45 % dari 50,39 % data laporan pada 30 April 2021, “ungkap Walikota Bekasi Rahmat Effendi, Senin (10/5/21)

Lenih lanjut kata Bang Pepen, ketersediaan ruangan di Rumah Sakit di Kota Bekasi, antara lain ; RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid dari 152 TT (tempat tidur) terisi 89 TT, RSUD type D Bantargebang dari 31 TT terisi 10 TT

, RSUD type D Jatisampurna dari 25 TT terisi 3 TT, RSUD Type D Pondok Gede dari 35 TT terisi 1 TT, RSD GOR dari 112 TT tidak ada pasien di dalamnya alias zero pasien, RSD Bekasi Utara dari 100 TT terisi 2 TT.

Dalam H-3 jelang idul fitri 1442 H, karena kebijakan dan peraturan masih aktif bekerja, Wali Kota memerintahkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar terjun ke lapangan dibagi per tim wilayah untuk memantau perketatan protokol kesehatan di dalam RT RW,

“Dan juga masuk ke dalam masjid di wilayah untuk melihat dan memantau prokes di dalam masjid dan musholla yang akan membuka shalat ied pada 3 hari kedepan,” jelasnya (ais).

Artikel sebelumnyaGus AMI Instruksikan Kader PKB se-Indonesia Aktif Berbagi.
Artikel selanjutnyaAsrama Yatim Yayasan Insan Bhakti Terima Kunjungan dari BNI Cabang Bekasi