Beranda Karawang Fasos Fasum Aset Pemkab Karawang Diduga Disewa-sewakan Oknum Aparat Desa

Fasos Fasum Aset Pemkab Karawang Diduga Disewa-sewakan Oknum Aparat Desa

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos Fasum) Perumahan Puri Kosambi yang tempatnya terletak di Jalan Raya Kosambi, Kecamatan Klari Kabupaten Karawang diduga disewa-sewakan dan digunakan sebagai tempat berdagang.

Bahkan kabar berhembus kencang, adanya pungutan biaya sewa bagi para pedagang diduga dilakukan oleh Oknum Pemerintahan Desa setempat.

Padahal, kewajiban Fasos Fasum yang sudah diberikan oleh pihak Pengembang Perumahan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang seharusnya tidak boleh dipergunakan diluar ketentuan. Apalagi untuk dikomersilkan tanpa seizin pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang.

Karena Fasos Fasum tersebut fungsinya sebagai fasilitas dasar yang dibutuhkan masyarakat untuk melakukan aktivitas sosial.

Sementara itu berdasarkan keterangan Sekretaris Badan Pengelolaan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karawang, Bambang Soesatyo kepada Tvberita.co.id mengatakan bahwa kewajiban Fasos Fasum Perumahan Puri Kosambi sudah sejak lama diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang.

“Untuk Puri Kosambi sudah Saya cek ke Kasubag Aset. Kalau Fasos Fasum sudah diserahkan ke Pemerintah Daerah. Dan sampai saat ini fisik masih aman belum digunakan pihak lain untuk kepentingan selain Fasos Fasum,” kata Bambang saat dihubungi via pesan Whatsapp-nya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Bakri membantah adanya pungutan apalagi biaya sewa lapak bagi para pedagang oleh Oknum Pihak Desa.

Bahkan ia mengaku baru mengetahui adanya kabar tersebut, sebab persoalan Fasos Fasum Perumahan Puri Kosambi diluar kewenangnnya.

“Sepengetahuan Saya, Pihak Pemerintah Desa tidak pernah menyewakan Fasos Fasum yang ada diperumahan-perumahan,”ujar Bakri menegaskan.

Jikapun ada yang berjualan, Bakri menambahkan, kemungkinan dari masyarakat lingkungan sekitar saja mengingat pemanfaatan lahan daripada digunakan sebagai Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Liar.

Dan menurutnya jika itu dari lingkungan atau warga sekitar, maka sah-sah saja berdagang/usaha, pihaknya juga tidak mempersoalkan ketika dimanfaatkan sebaik mungkin. Bahkan ketika digunakan untuk ruang terbuka hijau, itu hak warga setempat.

“Semua dikembalikan kepada lingkungan, sepengetahuan Saya kalau yang berjualan di Fasos Fasum memang ada, tapi itu digunakan oleh masyarakat sekitar. Daripada menjadi lahan tidur kemudian dijadikan tempat pembungangan sampah sembarangan,”jelasnya.

“Kalaupun informasinya ada yang mengelola, itu diluar sepengetahuan saya, yang pasti Pemerintah Desa tidak melakukan itu,” tandas Bakri lagi. (nna/dhi)