Beranda Purwakarta Festival Manggis, Petani Antusias Ikuti Kegiatan

Festival Manggis, Petani Antusias Ikuti Kegiatan

PURWAKARTA, TVBERITA.CO.ID – Festival Manggis Purwakarta yang telah selesai dilaksanakan kemarin membawa kesan yang positif dari berbagai kalangan. Namun masih ada sisi kekurangan dalam pelaksanaan festival tersebut.

“Kami katakan kegiatan Festival Manggis Purwakarta tahun 2020 sukses,” jelas Kabid Perkebunan dan Holtikultura Dispangtan Purwakarta, Hadi, Senin (16/3/20).

Dikatakannya, ketersedian manggis yang akan dinikmati oleh masyarakat yang datang tidak tercukupi dari 3 ton yang dipersiapkan.

“Kendalanya, pertama dari harga manggis yang tidak terjangkau, karena untuk jenis manggis grade A mengalami kenaikan harga, sehingga kami harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada, bahkan ada petani manggis yang menyumbangkan hasil manggisnya pada saat kegiatan festival,” paparnya.

Dari sisi kualitas, menurut Hadi, manggis yang disiapkan merupakan kualitas unggul bisa dilihat dari ukuran dan bentuknya, karena manggis yang baik kuantitasnya sekitar 9 biji per kilo. “Rasanya manis namun ada asamnya jadi rasanya segar, kemudian cupingnya juga tebal hijau segar dan tidak layu, manggis ini merupakan manggis ciri khas Purwakarta sehingga membedakan dengan manggis lainnya,” ujarnya.

“Kualitas inilah yang diinginkan para konsumen manggis, hanya 3 wilayah yang memiliki ciri khas manggis yang diinginkan konsumen terutama konsumen luar, Purwakarta, Tasikmalaya dan Payakumbuh,” tegasnya.

“Jadi kalau ada pemberitaan atau tanggapan yang mengatakan harga manggis Purwakarta anjlok itu juga tidak benar, karena fluktuasi harga kan berbeda setiap harinya, bahkan kami kesulitan ketika mencari manggis ukuran Grade A, Alhamdulillah dengan susah payah team pertanian kita bisa menyajikan manggis yang merupakan ciri khas Purwakarta,” jelas Hadi.

Dijelaskan dari lahan sekitar 1500 Hektar dari empat Kecamatan di Purwakarta tercatat sekitar 44.000 ton telah dihasilkan.

“Puncaknya sekitar 47 Ribu ton yang bisa dihasilkan nanti, dengan harapan para petani akan lebih meningkatkan kualitas manggisnya, karena kami juga telah memberikan penyediaan benih dengan kualitas unggul, kedepan pembinaan juga akan kami lakukan secara terus menerus sehingga para petani mampu menyediakan manggis dengan kualitas unggul,” ujarnya.

Selain itu, kata Hadi, bantuan lain juga akan dilakukan dan diberikan ke para petani, dan langkah selanjutnya petani akan menjual manggisnya dan bisa dilakukan dengan baik tanpa melibatkan tengkulak.

“Kami juga akan membuka komunikasi dengan para eksportir untuk bisa membuka peluang kerjasama yang positif dengan petani manggis, baik itu pembelian dan bantuan lainnya, KUR juga akan kita galakkan hanya saja kita terhambat dengan agunan yang harus disertakan dalam peminjaman modal yang tidak dimiliki oleh petani,” terangnya.

“Ke depan kami berharap, pemerintah daerah bisa lebih mengoptimalkan anggaran untuk petani manggis, dan kalaupun ada bantuan lainnya seperti KUR disesuaikan saja dengan keadaan petani, sehingga petani tidak terjebak dengan pinjaman bank keliling maupun dari spekulan,” pungkasnya. (trg/kie)