Beranda Karawang Gerindra Usul 1 Juta Guru Honorer Jadi PPPK Tanpa Tes, Kang HES...

Gerindra Usul 1 Juta Guru Honorer Jadi PPPK Tanpa Tes, Kang HES Angkat Jempol

KARAWANG – Kebijakan Dukungan Perlemen oleh Kader Gerindra di Pusat Petinggi Gerindra H.Ahmad Muzani Wakil Ketua MPR-RI / Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra sangatlah tepat mengenai pengangkatan tanpa test 1 Juta Tenaga Honorer Guru, karena sejatinya tenaga honorer baik yang berada di kota atau pun di desa-desa di kabupaten/Kota se-Indonesia adalah yang telah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris DPC Partai Gerindra, H. Endang Sodikin saat ditemui di ruangannya pada Rabu (22/9/2021).

H. Endang Sodikin yang juga Ketua Komisi III DPRD Karawang menuturkan bahwa tenaga guru l honorer seharusnya tidak bisa disamakan dengan tenaga guru fresh graduate (Angkatan Lulusan Baru) karena tenaga Honorer itu sudah mengabdi ada yang sampai 30 tahun tanpa ada kepastian di angkat jadi PNS Oleh pemerintah.

Langkah politis yang diambil oleh Pejuang Politik Gerindra ini patut diapresiasi, mengingat guru itu adalah profesi yang tidak semua orang bisa melakukan karena memiliki kompetensi dan kebijakan tenaga ASN atau Non ASN itu sendiri Sentralistik (Kebijakan Pusat).

“Saya kira ini kebijakan monumental yang patut di apresiasi seiring dinamika Perundang-Undangan di Indonesia dimana No 5 Tahun 2014 tetang ASN hanya memberikan ruang selain ASN itu adalah tenaga P3K (Pelawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja),” kata Kang HES, sapaan akrabnya.

Endang juga berharap kader Gerindra tidak hanya memperjuangkan Guru Honorer tetapi juga tenaga kesehatan yang bekerja di puskesmas.

“Kedepan saya berharap juga Kader Gerindra mendukung P3K Buat tenaga kesehatan di puskesmas di angkat tanpa test bagi yang sudah mengabdi terdaftar menjadi tenaga honorer oleh Kabupaten/kota,” pungkasnya. (ddi)

Artikel sebelumnyaRDB dan RDWB Karawang Horor, Biaya Perawatannya Lari ke Mana?
Artikel selanjutnyaTertinggi Kedua se-Jabar, Investasi di Karawang Tembus Rp13,8 Triliun