Beranda Headline Harap-harap Cemas Kepsek di Karawang Menanti Rotasi Mutasi

Harap-harap Cemas Kepsek di Karawang Menanti Rotasi Mutasi

Rotasi mutasi kepsek di karawang
Ilustrasi rotasi mutasi. Dok: istimewa

KARAWANG – Sejumlah kepala sekolah (kepsek) jenjang SD dan SMP di Karawang, Jawa Barat tengah harap-harap cemas terkait kepastian terkait jabatannya.

Betapa tidak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang dijadwalkan akan melakukan rotasi dan mutasi dalam waktu dekat dengan dasar evaluasi kinerja, masa jabatan, serta penyesuaian kebijakan.

Kondisi ini pun membuat banyak kepsek belum dapat memastikan apakah akan tetap menjabat, dipindahkan, atau kembali bertugas sebagai guru.

Baca juga: Banyak Perumahan Banjir Imbas Sistem Drainase Buruk, Bupati Karawang Bakal Evaluasi Total

Pantauan di lapangan dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kepsek terlihat jarang berada di lingkungan sekolah. Aktivitas dinas di luar sekolah, seperti rapat dan koordinasi, lebih sering dilakukan. Di beberapa sekolah, ruang kepala sekolah tampak kosong.

Situasi tersebut memunculkan isu di internal sekolah terkait kemungkinan pergantian pimpinan. Beberapa kepala sekolah juga mulai merapikan administrasi dan menyerahkan sebagian tugas strategis sebagai langkah antisipasi.

“Bukan takut, tapi kami harus siap dengan segala kemungkinan. Kalau sewaktu-waktu ada keputusan, setidaknya administrasi sudah rapi dan sekolah tetap berjalan,” ujar seorang kepsek yang enggan disebutkan namanya.

Salah seorang kepsek lainnya pun mengakui memiliki sedikit kekhawatiran terkait rotasi mutasi. “Tapi saya sih selalu siap mau ditempatkan di mana pun. Walaupun secara pribadi cukup di sekolah saat ini saja,” kelakarnya singkat.

Baca juga: KDM Kecam Perburuan Macan Tutul di Sanggabuana Karawang, Sebut Pelaku Sudah Diamankan

Menanggapi hal itu, Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, menegaskan bahwa proses rotasi dan mutasi kepala sekolah dilakukan secara objektif dan profesional.

“Rotasi dan mutasi ini tidak dilakukan secara subjektif. Semua melalui mekanisme penilaian yang terukur,” tegas Wawan, Rabu (28/1).

Menurut Wawan, penempatan kepala sekolah mengacu pada hasil asesmen yang dipetakan melalui sistem manajemen talenta. Asesmen tersebut meliputi kinerja, kompetensi, potensi kepemimpinan, serta rekam jejak selama menjabat.