Beranda Regional Hasil Uji Lab, Ceceran Minyak Mentah di Laut Karawang Bukan dari PHE...

Hasil Uji Lab, Ceceran Minyak Mentah di Laut Karawang Bukan dari PHE ONWJ. 

Berdasarkan hasil uji laboratorium dengan sampel minyak mentah yang berceceran di laut Karawang, Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) pastikan bahwa minyak mentah tersebut bukan berasal dari perusahaannya.

Hal itu disampaiakan oleh Corporate Secretary PHE ONWJ Whisnu Bahriansyah dalam Press Conference yang di gelar di Britz Hotel Karawang. Kamis (18/3/2021)

“Kami telah melakukan uji laboratorium untuk mengidentifikasi sampel minyak yang diambil di beberapa titik wilayah perairan Karawang. Dari hasil laporan laboratorium Geoservices ternyata sampel minyak itu tidak memiliki kesamaan komposisi hidrokrabon dengan minyak yang diproduksi PHE ONWJ,” katanya.

 

Whisnu juga membeberkan bahwa pihak nya telah melakukan Evaluasi Diagnostik Rasio (DR) berdasarkan protokol standar CEN 2012, analisis ilmiah yang dilakukan ini untuk mengetahui apakah hasil GCMS (Gas Chromatography & Mass Spectoscopy) terhadap sampel-sampel minyak memiliki korelasi satu sama lain atau tidak, dan hasilnya membuktikan Sample A1, Sample A7, dan Sample B10 disimpulkan tidak cocok dengan crude Fasilitas Krisna (PHE OSES)

“Temuan tumpahan minyak di pulau kelor, diperairan Karawang, dan di Pulau Putri Karawang tidak berkorelasi dengan crude Cekungan Sunda-Asri (Krisna) milik PHE OSES,” pungkasnya.

Saat ditanya dari mana sumber minyak itu, Whisnu mengaku tidak mengetahui secara pasti. Pastinya dari hasil laboratorium, sampel minyak mentah yang ditemukan itu tidak berkorelasi dengan minyak mentah dari Sumur YYA, Fasilitas Papa, Fasilitas Mike-Mike (MM) dan Fasilitas KLA milik PHE ONWJ.

Meski begitu, pihaknya tetap proaktif melakukan pembersihan di pesisir Karawang.

“Ketika kami melakukan pembersihan tumpahan minyak, masyarakat jangan berkesimpulan dulu bahwa tumpahan minyak itu dari PHE, kami hanya melakuakan tindakan cepat agar tumpahan minyak itu tidak terkena tambak atau sawah masyarakat,” tutupnya (ddi)

Artikel sebelumnyaKepala Disperindag Pastikan Harga Stabil Jelang Ramadhan
Artikel selanjutnyaSengketa Pengelola Pasar Cikampek Akan Dibawa ke Jalur Hukum