Beranda Karawang Hukum Ucapkan Selamat Natal Menurut Ulama NU Karawang, Muslim Wajib Tahu

Hukum Ucapkan Selamat Natal Menurut Ulama NU Karawang, Muslim Wajib Tahu

Hukum ucapkan selamat natal
Foto: ilustrasi perayaan Natal. (Ist)

KARAWANG – Setiap tahun, ucapan hari Natal atau selamat Natal selalu menjadi pembahasan hangat bagi masyarakat, khususnya bagi umat muslim di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya penganut agama Islam.

Dengan mengedepankan toleransi, masyarakat harus cerdas menanggapinya, agar kerukunan umat beragama tetap terjaga di NKRI ini.

Lantas, bagaimana hukum ucapkan selamat Natal dalam Islam?

Wakatib Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karawang, KH Alfiansyah mengatakan, meskipun ada beberapa ulama yang melarang mengucapkan selamat Natal, di sisi lain ada juga ulama yang memperbolehkan ucapan selamat Natal.

Menurutnya, ada batasan-batasan yang perlu diketahui oleh masyarakat dalam memberikan selamat atau ucapkan selamat Natal kepada umat Nasrani. Karena ketika ulama memberikan fatwa, sudah dipastikan dengan keilmuan yang mumpuni.

Baca juga: Filosofi, Sejarah dan Makna Pohon Cemara Sebagai Simbol Perayaan Natal

“Boleh mengucapkan selamat pada ahlul kitab saat hari raya mereka, baik itu umat yahudi atau nasrani. Juga boleh takziyah saat mereka terkena musibah. Bahkan hal tersebut di-sunnah-kan, itu dijelaskan oleh ulama fiqh. Terlebih lagi, boleh juga masuk ke dalam tempat peribadatan mereka dalam rangka bermasyarakat, dengan syarat tidak mengikuti peribadatan mereka,” kata KH Alfiansyah, Senin, 25 Desember 2023.

“Adapun diharamkan bagi umat Islam mengucapkan selamat Natal, ketika dibarengi dengan niat untuk mensyiarkan, atau menyesuaikan syiar mereka. Namun apabila terdapat kondisi yang mendesak, seperti pejabat publik, tokoh masyarakat atau individu yang menuntut untuk mengucapkannya, maka diperbolehkan untuk sebatas menjaga keharmonisan sosial. Itu menurut Imam As-Subki,” lanjut Tokoh Masyarakat Plawad ini.

Hal serupa dikatakan salah satu anggota MWCNU Majalaya Didin Budiman, hukum ucapkan selamat Natal atau ucapan lain kepada umat agama lain itu diperbolehkan. Karena landasan keimanan umat Islam itu berbeda dengan landasan keimanan umat kristen. Umat Islam mengucapkan selamat atas kelahiran nabi Isa AS.

“Semua tergantung kepada niat hati kita. Ketika kita ucapkan selamat natal dengan niat berkhidmat atas kelahiran Nabi Isa Al-Masih, gak apa-apa dong. Karena beliau salahsatu Nabi yang kita imani sebelum Kanjeng Rosululloh. Dengan seperti itu, saudara kita di Nasrani merasa di hargai, hati atau itikad kita tetap tidak tergoyah,” tegas Ustadz Didin.

Baca juga: Pesan Pilu Natal dari Betlehem Palestina: Tak Ada Perayaaan di Tengah Pertumpahan Darah

Selain itu, ucapan selamat natal ini merupakan implementasi dari landasan Negara Indonesia yang menjunjung tinggi Bhinneka tunggal Ika. Lebih tegasnya, Ustadz Didin mengatakan, tidak menjadikan keluar dari agama Islam dengan hanya mengucapkan selamat natal. Dan tidak menjadikan umat Islam jadi umat kristen hanya dengan mengucapkan selamat natal.

“Kembali saya tekankan, semua tergantung niatnya. Agama tidak serumit fikiran kita, ada beberapa hal yang harus di pertimbangkan sebelum menyatakan sikap,” terangnya.

Ketika terdapat beberapa ulama yang memperbolehkan, tidak perlu ramai-ramai men-judge, begitupun sebaliknya. Ketika ada ijtima lain yang mengharamkan, bersikap semestinya saja. Karena fatwa para ulama di barengi dengan keilmuan yang mumpuni. “Semuanya kita hormati, yang paling penting jangan sampai terjadi perpecahan, karena perbedaan adalah hikmah,” tutupnya. (*)