Beranda Karawang HUT ke-78 RI, Katalis Merah Putih Jadi Persembahan Pupuk Kujang untuk Negeri

HUT ke-78 RI, Katalis Merah Putih Jadi Persembahan Pupuk Kujang untuk Negeri

Katalis pupuk kujang
Pupuk Kujang Cikampek, selaku perusahaan petrokimia bersama Pusat Rekasaya Katalisis Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pertamina Research and Technology Centre (RTC) mendirikan PT Katalis Sinergi Indonesia (KSI).

Di ITB, salah satu contoh produknya adalah katalis untuk mengkonversi minyak sawit menjadi diesel nabati (green diesel) atau bensin nabati (green gasoline/bio gasoline) dan yang mengkonversi minyak inti sawit menjadi avtur nabati (green avtur/bio avtur) yang ketiganya berbentuk ekstrudat.

Rencananya, PT Katalis Sinergi Indonesia, akan memproduksi katalis hydrotreating sebagai bahan penting dalam pembuatan bahan bakar nabati yang merubah minyak sawit menjadi minyak diesel (D100). Selain itu, PT KSI juga bisa membuat katalis oleochemical untuk beragam industri.

Memiliki kapasitas produksi 800 ton per tahun. Perusahaan ini diproyeksikan bisa membuat 7 jenis produk katalis. Yaitu 4 jenis katalis hydrotreating dan 3 jenis katalis oleochemical. Produksi itu, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan katalis dalam negeri. Alhasil, ketergantungan impor katalis selama ini bisa terkikis. Sehingga, Indonesia tidak perlu mengimpor hampir seluruh kebutuhan katalis.

“Dengan berdirinya pabrik ini, kita upayakan kemandirian agar tidak tergantung kepada bangsa asing. Kita buktikan jika Indonesia mampu membuat katalis sendiri,” ujar Achmad Setiawan, Direktur Utama PT KSI dalam sambutanya saat groundbreaking PT KSI, tahun lalu.

Baca juga: Melihat Semangat Suyono, Pesepeda Ontel Berusia Senja yang Ramaikan Kirab Kemerdekaan di Karawang

Achmad menuturkan, pembangunan pabrik katalis ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mandiri dalam teknologi proses dan ketahanan industri.
Berdiri di lahan seluas 2 hektare di Kawasan Industri Kujang Cikampek, PT Katalis Sinergi Indonesia merupakan sebuah konsorsium.

Di dalamnya ada PT Pertamina Lubricants (38 persen), PT Pupuk Kujang (37 persen) dan PT Rekacipta Inovasi ITB (25 persen). Keterlibatan dalam konsorsium ini merupakan bentuk sinergi antara BUMN dalam mendukung penemuan ilmuwan untuk kemajuan bangsa. (*)