Beranda Headline IGD Overload, RSUD Karawang Minta RS Swasta Jangan Asal Rujuk

IGD Overload, RSUD Karawang Minta RS Swasta Jangan Asal Rujuk

Igd rsud karawang
Tingginya jumlah pasien yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam beberapa bulan terakhir membuat RSUD Karawang kewalahan.

KARAWANG – Tingginya jumlah pasien yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam beberapa bulan terakhir membuat RSUD Karawang kewalahan.

Betapa tidak, kapasitas IGD yang hanya bisa berisi 30 tempat tidur, kini harus menampung lebih dari 45 pasien setiap harinya. Hal itu pun membuat kondisi layanan gawat darurat dalam posisi overload.

“Jumlah pasien yang datang setiap hari jauh melebihi kapasitas. Bahkan, untuk menampung pasien, kami terpaksa meminjam blankar dari ambulans yang mengantar pasien ke IGD,” ujar Humas RSUD Karawang, Abdullah Luthfi kepada wartawan, Kamis (20/6).

Baca juga: Sejarah Berdirinya Masjid Agung Syekh Quro, Saksi Bisu Peradaban Islam di Karawang

Atas hal itu, RSUD Karawang meminta RS lain tidak asal ‘melempar’ pasien secara lepas. Setiap rujukan, lanjut dia, harus dilakukan melalui aplikasi SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu) agar memastikan lebih dulu ketersediaan tempat tidur di IGD RSUD Karawang.

“Kami minta kerja sama semua pihak agar mengikuti sistem rujukan yang benar. SPGDT ini penting untuk memastikan bahwa ruangan atau bed yang dibutuhkan pasien memang tersedia sebelum dirujuk,” jelasnya.

Luthfi mengaku kondisi status overload ini sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang agar ditindaklanjuti.

Baca juga: RSUD Karawang soal Remaja Perempuan Berubah Kelamin Jadi Laki-laki: Akan Dioperasi di RSHS Bandung

“Kejadian IGD selalu full dari bulan sebelumnya sudah disampaikan,” katanya.

Dia memohon maaf dan meminta pengertian masyarakat apabila pasien yang datang tanpa ambulans tidak langsung mendapat fasilitas tempat tidur RSUD Karawang.