Beranda Karawang Imbas Kebijakan ODOL, Pedagang di Karawang Resah Harga Sembako Jadi Meroket

Imbas Kebijakan ODOL, Pedagang di Karawang Resah Harga Sembako Jadi Meroket

Pedagang odol di karawang
Kenaikan harga barang yang dipicu oleh penerapan kebijakan Over Dimension and Over Load (ODOL) mulai menimbulkan keresahan di kalangan pedagang.

KARAWANG – Kenaikan harga barang yang dipicu oleh penerapan kebijakan Over Dimension and Over Load (ODOL) mulai menimbulkan keresahan di kalangan pedagang, khususnya menjelang rencana aksi mogok para produsen yang akan digelar pada Minggu, 13 Juli 2025.

“Bingung semua pedagang, harga naik semua,” ujar Rio, seorang pedagang sembako, dengan nada lirih, Jumat (11/7).

Baca juga: Sopir Truk Demo RUU ODOL, Harga Sayuran di Pasar Karawang Meroket

Menurut Rio, para produsen juga akan melakukan aksi mogok pada hari Minggu mendatang sebagai bentuk protes terhadap ketidakjelasan klasifikasi barang yang terdampak regulasi ODOL.

“Regulasinya harus jelas soal klasifikasi ODOL ini. Kalau untuk Sembilan Bahan Pokok (sembako), hasil bumi dan serta ternak ya jangan dinaikkan karena ini bahan pokok yang penting,” tegasnya.

Baca juga: Aset Sejarah Karawang Raib, Lima Papan Dampar di Kawedanaan Rengasdengklok Hilang

Rio mencontohkan, harga telur dari produsen kini mencapai Rp31.000 per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp26.000. Kenaikan ini dinilai berdampak langsung pada daya beli masyarakat yang semakin menurun.

“Daya beli masyarakat menurun, sementara margin pedagang masih segitu-gitu aja. Tapi dampaknya terasa di pembeli, produsen, bahkan ke peternak juga karena distribusinya ikut terhambat,” jelasnya.

Ia berharap ke depannya pemerintah dapat membuat klasifikasi yang lebih jelas dalam penerapan kebijakan ODOL, agar tidak merugikan sektor-sektor penting seperti hasil bumi, sembako, dan peternakan. (*)