Beranda Regional Ini Kesaksian Keluarga Almarhum BB, TSK Narkoba Yang Direhabilitasi 

Ini Kesaksian Keluarga Almarhum BB, TSK Narkoba Yang Direhabilitasi 

PURWAKARTA-BB salah satu TSK dari 6 TSK yang diduga melakukan penyalahgunaan Narkoba yang diringkus Satnarkoba beberapa waktu lalu, yang dikirim ke Pusat Rehabilitasi Narkoba Ultra Bandung dan berakhir di Pusat Rehabilitasi Narkoba di Bekasi mempunyai fakta lain.

Keluarga BB mengatakan bahwa BB dengan dua orang TSK lainnya A dan E merupakan penghuni terakhir Pusat Rehabilitasi Ultra Bandung, karena empat orang yang disebut sebagai TSK pada saat itu dikembalikan dengan tebusan dari masing-masing TSK, namun tiga TSK lainnya BB, A dan E tidak bisa memenuhi tebusan yang disebut oleh petugas.

“Minta ditebus pak, nilainya cukup besar bagi kami yang memiliki perekonomian yang pas-pasan, sehingga kami pasrah saat BB, A dan E masih berada di Ultra Bandung,”jelas keluarga BB Rabu (16/6)

“Namun yang kami sayangkan kenapa BB dan dua TSK lainnya sudah berada di Pusat Rehabilitasi Andalas Bekasi dan berujung kematian BB tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada keluarga, bahwa BB berada di Bekasi,”ungkapnya.

“Kemudian keterangan dari pihak Pusat Rehabilitasi dari Bekasi bahwa BB menderita penyakit jantung dan epilepsi, sementara rekam medis kami tidak tahu seperti apa, karena BB tidak punya riwayat penyakit tersebut,”paparnya.

“Yang lebih parah lagi, mayat BB mengeluarkan darah yang terus mengucur dari lobang hidung sebelah kanan, hingga saat dimandikan masih terus keluar, meninggalnya BB karena apa sebenarnya,”tanya mereka.

“Kemudian dari keterangan tersangka lainnya yang dipulangkan dari Pusat Rehabilitasi Bandung, dari awal penangkapan tidak ada cek urine, setelah di Pusat Rehabilitasi di Bandung baru dilakukan cek urine dan tidak diketahui hasilnya,”tandasnya.

“Pertanyaan kami masyarakat bodoh, apakah prosedur tersebut sudah sesuai aturan baik itu pihak Satnarkoba maupun Pusat Rehabilitasi, bahkan HP Almarhum BB pun sampai saat ini belum dikembalikan oleh pihak Satnarkoba, saya dengar harus ditebus juga,”pungkasnya.