Beranda Regional Ini Penjelasan Rekrorat Unsika Soal Penahanan Ijazah

Ini Penjelasan Rekrorat Unsika Soal Penahanan Ijazah

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Chandra Hayatul Iman turut angkat bicara dan mengklarifikasi pemberitaan di sejumlah media terkait permasalahan keterlambatan ijazah 49 mahasiswa wisudawan bulan Juni tahun 2018 jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan (Fisip) Unsika Kabupaten Karawang.
 
Ketika ditemui Koran Berita di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu, Chandra mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah sama sekali melakukan penahanan terhadap ijazah mahasiswa lulusan Perguruan Tinggi Negeri tersebut.
 
Dijelaskannya, untuk peristiwa mahasiswa Fisip yang dianggap dan dipersepsikan ijasahnya ditahan itu adalah tidak benar dan tidak pernah ada penahanan ijazah oleh pihak Universitas.
 
“Karena dari sudut pandang atau kepentingan apapun tidak ada manfaat dan untung ruginya bagi pihak kami,” tegas Chandra.
 
Pasalnya, jelas hal tersebut sangat bertolak belakang dengan Visi dan Misi Universitas Singaperbangsa Karawang yang memang ingin lumni universitas negeri pertama di Kabupaten Karawang ini dapat cepat berkarya di masyarakat dengan legalitas keilmuan yang bisa dibuktikan dengan adanya ijazah tersebut.
 
Lebih lanjut Chandra menjelaskan, standar sebuah kejuruan di perguruan tinggi adalah sebuah akreditasi. Di mana akreditasi ini wajib dilakukan oleh pihak universitas secara berkesinambungan baik 4 atau 5 tahun sesuai nilai akreditasinya.
 
Dan Fisip Unsika sendiri saat ini sedang dalam masa  proses reakreditasi, atau pengajuan akreditasi kembali sesuai aturan yang berlaku setelah masa berlaku akreditasi jurusan tersebut habis beberapa waktu lalu.
 
“Jelas jika akreditasi itu sudah habis, sudah lewat waktu atau kedaluwarsa berarti pihak lembaga tidak boleh mengeluarkan ijazah dan ketidakbolehan ini juga sesuai aturan dan ditunjang oleh sistem,” jelasnya.
 
Ia pun membenarkan, jika ada sejumlah mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan Fisip Unsika yang hingga hari ini belum keluar ijazahnya. 
 
Hal tersebut dikarenakan oleh proses masa tunggu reakreditasi yang saat ini sedang ditempuh lembaganya seperti yang sudah ia paparkan dengan gamblang di atas.
 
“Fisip kenapa sampai ijazahnya lama, karena sekarang sedang pada masa proses reakreditasi, kita ajukan reakreditasi di mana nanti BAN PT akan membuat tim asesor yang akan melakukan visitasi dan saat ini tim ini yang belum turun. Sehingga sistem terkunci dan tentunya tidak bisa pemerintah mengeluarkan ijazah begitu saja, karena akan menyalahi aturan,” ujarnya menerangkan.
 
Namun demikian, kembali Chandra menambahkan, pemerintah juga tetap beritikad baik, di mana tidak boleh ada masyarakat yang dirugikan karena permasalahan ini.
 
Upaya yang dilakukan pihak pemerintah adalah berkoordinasi dengan Badan Akreditasi agar supaya bisa mengakomodir kepentingan mahasiswanya dengan secepatnya menerbitkan ijazah.
 
“Selain itu tentunya, sebagai bentuk tanggung jawab dan sebagai bentuk itikad baik kami dari pihak universitas, jika ada mahasiswa kami yang akan meneruskan pendidikannya ke jenjang S2 silakan diinformasikan kepada kita, biar nanti kami yang akan memberikan penjelasan begitupun halnya jika ada yang akan bekerja di sebuah instansi atau perusahaan kami akan bantu menjelaskan tidak akan kami lepas begitu saja, silakan lapor kepada kami,” pungkasnya memaparkan.(nna/fzy)

Komentar Facebook