Beranda Regional Ini Sebab Retribusi Terminal Klari Gagal Capai Target

Ini Sebab Retribusi Terminal Klari Gagal Capai Target

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Kerap, tak capai target dalam pendapatan retribusi terminal setiap tahunnya.

Kepala UPTD Terminal Tipe C Klari, Karawang, Yudi Tedja Kusuma, beralasan hal tersebut dikarenakan tingginya target restribusi angkutan kota yang tidak berbanding lurus dengan potensi pendapatan sehingga capaian restribusi angkot selalu minim tiap tahunnya.

Dikatakan Yudi, capaian target restribusi angkutan kota (angkot) di tahun 2018 hanya mencapai 30% dari target yang dicanangkan Pemerintah Daerah soal restribusi angkot di Terminal Klari, Karawang.

“Tahun kemarin tidak tercapai hanya 30% dari target yang ditentukan Pemkab Karawang,”Kata Yudi Tedja Kusuma Kepa UPTD Terminal Klari, Karawang, Selasa (18/6/2019) kemarin kepada Tvberita.co.id.

Kemudian di tahun 2019 Pemkab Karawang menargetkan untuk restribusi angkot sebesar Rp 411.488.000. Target tersebut menurut Yudi, tidak sesuai dengan potensi seharusnya yang namanya Target kata Yudi, harus sesuai dengan potensi.

Pasalnya, angkot yang masuk di terminal sekali masuk hanya di tarik Rp. 500 ,kadang kadang kata Yudi sehari angkot hanya di pinta 1000 rupiah. Sedangkan angkot yang masuk terminal Klari yang di pungut restribusi hanya sekitar 200 angkot.

Kemudian lanjut Yudi, sementara pungutan restribusi angkot hanya di terminal saja, ditempat lain diluar terminal sudah tidak ada lagi pungutan restribusi.

“Harusnya namanya target di sesuaikan dengan potensi, ini potensi minim target tinggi. Jadi beban nanti di sangkanya tidak bisa kerja, angkot saja sudah minim,”ujar Yudi menjelaskan.

Selain restribusi angkot kata Yudi, untuk restribusi kios juga tidak sesuai dengan Peraturan daerah. Di Perda diatur untuk restribusi 100 ribu rupiah/meter ternyata kenyataan dilapangan pemilik kios menolak.

“Kemudian ada kesepakatan bahwa per kios harus membayar 100 ribu rupiah/bulan. Sedangkan untuk target restribusi kios di tahun 2019 Rp 168.046.100,” ungkap Yudi menuturkan.(nna/ris)

Komentar Facebook