Beranda Karawang Instalansi Forensik Dijabat Sarjana Agama, Wadir RSUD: Boleh-boleh Saja

Instalansi Forensik Dijabat Sarjana Agama, Wadir RSUD: Boleh-boleh Saja

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Kinerja RSUD Kabupaten Karawang kembali diduga bermasalah.

Kali ini, RSUD diduga melanggar Permenkes Nomer 56 tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perijinan Rumah Sakit. Dimana di sebutkan bahwa seorang petugas kepala Intalansi Forensik RSUD tipe B, harus memiliki propesionalisme dan kemampuan untuk mengatur di dalamnya.

Dan sorotan publik pun tertuju kepada kebijakan Direktur Utama RSUD yang mengangkat Kepala Intalansi Forensik bukan dari bidang keahliannya.

Dimana, RSUD lebih memilih mengangkat Lulusan Sarjana Agama (S.ag) dari pada Lulusan Kedokteran Spesialis Forensik.

Hal ini tentunya menimbulkan ke khawatiran banyak pihak, terutama ketika pasien datang untuk melakukan visum karena jabatan Intalansi Forensik tipe B dijabat oleh orang yang bukan berasal dari spesifikasi ke ilmuan medis.

Sungguh mengherankan memang, RSUD sebagai rumah sakit plat merah berakreditasi bintang empat (Utama) ini, seolah tidak menganggap serius permasalahan kesehatan.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan dan Keperawatan RSUD Kabupaten Karawang, dr. Endang Suryadi, mengakui jika memang Kepala Instalasi Forensik saat ini dijabat oleh seorang dengan basic pendidikan yang bukan berasal dari Kedokteran Spesialis Forensik.

Namun ia beralasan, saat ini pihak RSUD pun sedang terus melakukan pembinaan, terlebih kata Endang pelayanan Forensik saat ini belum optimal.

“Sekarang ini Kepala Instalansi Forensik ini memang sarjana agama, dan dia sudah lama berkecimpung disitu sudah agak lama , jadi bisa “ngeh” juga, dan harapan managemen beliau bisa bekerja sama dengan baik,” kata Endang menjelaskan.

Menurut Endang, alasan RSUD menempatkan Sarjana Agama sebagai Kepala Instalansi Forensik karena sulitnya mencari Dokter dengan keahlian Spesialis Forensik baik asli Kabupaten Karawang maupun dari luar .

“Kita sudah mencari dan meminta ke beberapa institusi pendidikan, tapi belum dapat – dapat, kita baru dapat instalog baru hari ini mudah- mudahan yang bersangkutan mau,” kata Endang.

“Dan apakah instalansi forensik diisi oleh sarjana non forensik , itu boleh, tapi sebatas managemennya saja, namun sebagai fungsinya memang harus dokter Forensik,” jelasnya lagi meski kemudian ia mengakui jauh lebih baik Instalansi Forensik diisi oleh ahli forensik juga.(nna/dhi)