Beranda Regional Intensitas Hujan Tinggi, Sekcam Rengasdengklok Ajak Warga Waspada Banjir

Intensitas Hujan Tinggi, Sekcam Rengasdengklok Ajak Warga Waspada Banjir

RENGASDENGKLOK, TVBERITA.CO.ID- Ancaman bencana banjir menghantui sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang. Intensitas hujan diperkirakan terus meningkat dan akan mencapai puncaknya pada bulan Januari-Februari 2019 ini.

Sekcam Rengasdengklok, Sri Rejeki, mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya daerah-daerah langganan banjir, agar mewaspadai bencana banjir.

Dengan curah hujan yang tinggi menyebabkan ketinggian Citarum naik, dia menghimbau kepada seluruh warganya agar mewaspadai bahaya banjir. Menurutnya diwilayahnya terdapat 7 desa yang rawan bencana banjir karena letaknya berada di sepanjang Citarum. Untuk itu dirinya mengharapkan agar setiap kepala desa lebih proaktif memberikan himbauan kepada warganya.

“Semua kepala desa harus lebih proaktif dalam mewaspadai bencana banjir, karena beberapa desa langsung berbatasan dengan tanggul Citarum, dan saat ini air sedang tinggi, jadi harus sering dilakukan pengawasan,” terangnya Selasa (22/01).

Sri Rejeki mengatakan, enam desa di Kecamatan Rengasdengklok yaitu Kalangsari, Karyasari, Amansari, Rengasdengklok Selatan, Utara, Kertasari, dan Dewisari merupakan daerah yang rawan bencana banjir. Memang saat ini ke 7 desa yang berbatasan langsung dengan Citarum masih relatif aman dan tidak terkena bencana, namun menurutnya kewaspadaan tetap harus dilakukan.

Untuk mencegah bencana tersebut meluas, dirinya mengharapkan kewaspadaan semua pihak. Selain itu dia menghimbau kerjasama dari seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan di lingkungannya dan mempunyai rasa memiliki dengan lingkungannya.

“Jangan buang sampah di sungai atau saluran air, karena akan menghambat aliran air. Sehingga ketika curah hujan tinggi, maka jadi meluap ke pemukiman,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Rengasdengklok Utara, Dedi Kopral mengatakan sejauh ini beberapa dusun di wilayahnya memang selalu menjadi langganan banjir ketika musim hujan tiba. Sehingga diperlukan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Meminimalisir ancaman banjir tersebut, pihaknya sudah mengintruksikan kepada masyarakat untuk bekerja bakti membersihkan saluran-saluran air.

“Salah satu caranya kita giatkan kembali kerjabakti membersihkan lingkungan kepada masyarakat. Sementara kami dari desa fokus Peningkatan infrastruktur dengan membangun drainase meminimalisir dampak banjir,” ungkapnya.

Lebih jauh dia mengatakan sejauh ini pihaknya terus mencoba mengajukan ke dinas terkait untuk pembangunan Situ (Danau) penampungan air hujan di Dusun Kalijaya. Tanah seluar 1 hektare sudah dipersiapkan untuk membangun Situ (Danau) penampung air. Namun sampai saat ini belum ada realisasi, sehingga dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada bahaya banjir.(yay/ris)