KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang di bawah kepemimpinan Bupati Aep Syaepuloh terus mengkebut proyek pembangunan jembatan Walahar tahap II (lanjutan).
Pasalnya, jembatan ini sangat berperan vital untuk roda perekonomian karena menjadi akses penghubung antar kecamatan.
Dilihat tvberita.co.id dari akun instagram Bupati Karawang @aep_syaepulohse, pembangunan jembatan walahar tahap II disebut sudah mencapai progres 96,63 persen, dan untuk saat ini sudah masuk tahap pelaksanaan pengecoran terakhir lantai jembatan span dua sepanjang 50,8 meter dengan lebar 7 meter.
Baca juga: Link Hasil Seleksi PPPK Guru 2023 di Karawang, Selamat buat yang Lulus!
Ditargetkan pembangunan jembatan walahar tahap II (lanjutan) akan tuntas akhir bulan desember 2023, sehingga pada awal tahun 2024 jembatan walahar ini sudah bisa dilalui.
“Dihimbau bagi warga khususnya para pengguna jalan, agar selalu berhati-hati dalam berkendara dan selalu utamakan keselamatan,” tulis Bupati Aep dalam unggahannya, dikutip Minggu, 24 Desember 2023.
Kuras anggaran Rp 51 miliar

Seperti diketahui, proyek jembatan ini melintang sepanjang 130 meter dengan lebar 7 meter dan dibangun melalui Bantuan Keuangan Provinsi sebesar Rp 51 miliar. Di tahap pertama sudah dibangun Rp 15 Miliar dan akan dilanjutkan tahap kedua sebesar Rp 36 Miliar.
Baca juga: Di Hadapan Ridwan Kamil, Bupati Karawang Sebut Jembatan Walahar Jadi Kado Terindah
“Jika tak ada halangan, kami targetkan akhir tahun ini jembatan tersebut sudah jadi dan bisa digunakan oleh masyarakat terutama para pekerja yang berasal dari Klari menuju kawasan industri Ciampel,” seru Bupati Karawang sebelumnya, Cellica Nurrachadiana.
“Sehingga warga kami tak perlu terjebat kemacetan yang menyita waktu lagi diatas bendungan Walahar,” sambungnya.
Selain jembatan Walahar, kata dia, PUPR juga miliki dua jembatan lainnya yang akan dibangun.
Yakni tahap kedua jembatan Cigunungsari Pangkalan, yang kami alokasikan Rp 6 Miliar dengan spesifikasi panjang 40 meter dan lebar jalan 7 meter, serta Jembatan Tirtamulya arah Ciselang yang juga kami bangun Rp 6 Miliar dengan spesifikasi panjang 45 meter lebar 5 meter.
Baca juga: Realisasi APBD Baru 74 Persen, Bupati Karawang Mau Evaluasi OPD yang Serapannya Masih Rendah
“Kami menyadari semakin baik infrastruktur jalan dan jembatan di Karawang akan membuat angkutan orang dan barang kian lancar, membuat iklim investasi kita kian kompetitif karena bisa memotong biaya transportasi, serta mendorong lahirnya titik2 baru ekonomi daerah,” pungkasnya.
Proyek Jembatan Walahar sempat mangkrak selama hampir empat tahun sejak dibangun tahun 2019 silam.
Karena sudah lama terhenti proses pembangunannya, maka Pemkab Karawang di tahun ini berinisiatif untuk mengambil alih dan melanjutkan proses pembangunan. (*)









