Beranda Headline Ironi Alun-alun Karawang Rp 17 M: Baru Dibuka, Kini Ditutup Lagi gegara...

Ironi Alun-alun Karawang Rp 17 M: Baru Dibuka, Kini Ditutup Lagi gegara Fasilitas Rusak

Alun-alun Karawang rusak
Kondisi Alun-alun Karawang yang rusak menuai keluhan pengunjung hingga akhirnya ditutup sementara.

KARAWANG – Pemprov Jawa Barat (Jabar) baru meresmikan Alun-alun Karawang pada Jumat (3/11) lalu. Keesokan harinya, Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin datang meninjau.

Namun ironisnya, sebulan kemudian alun-alun tersebut ditutup kembali. Padahal anggaran pembangunan Alun-alun Karawang ini mengeruk anggaran Pemprov Jabar sebanyak Rp 17 miliar.

Penutupan alun-alun ini disinyalir karena pengerjaan konstruksi yang asal jadi demi mengejar target peresmian.

Baca juga: Belum Sepekan Diresmikan, Alun-alun Karawang Malah Panen Keluhan, Warga: Tangganya Ngeri…

Hal itu terlihat dari perbaikan fasilitas yang mencakup rumput sintetis, lampu, lantai, dan atap yang bocor, serta beberapa dinding yang telah retak.

“Saya baru di sini melakukan perbaikan, ya mungkin karena terburu-buru juga sebelumnya dan berakhir di perbaiki,” kata salah seorang pekerja saat ditemui di lokasi, Rabu, 6 Desember 2023.

Alun-alun Karawang rusak
Kondisi Alun-alun Karawang yang rusak setelah sebulan diresmikan. (Foto: istimewa)

Salah seorang pengunjung, Ucu (51) asal Johar mengaku desain alun-alun ini cukup bagus, hanya saja tangga yang dibangun cukup curam.

Sehingga kurang ramah bagi kalangan lansia dan amat bahaya bagi anak-anak kecil.

“Takut tangganya, agak ngeri. Paur (khawatir) banyak anak-anak lari-larian sana sini,” katanya.

Baca juga: Tangis Bahagia Bupati Karawang Lepas 36 Warga Disabilitas Bekerja di Perusahaan Swasta-BUMN

Belum lagi fasilitas lain yang menurutnya masih sangat terbatas secara keamanannya untuk dijadikan tempat wisata atau tempat bermain bagi anak-anak.

“Harusnya di setiap lobangnya itu yang buat pohon harus ada penghalangnya soalnya kan enggak tahu namanya juga anak-anak kan takutnya kenapa gitu,” keluhnya.

“Seperti kemaren katanya ada posko Satpol-PP. Tapi tetep aja mau ada Satpol PP juga, tetep pada rusak kayak enggak ada yang jaga aja. Ya semoga warga sama pemerintah bisa menjagalah soalnya kan ini baru aja di resmikan, belum juga satu bulan sudah pada rusak, terus rumputnya juga sudah pada dicopotin” tambah dia.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan alun-alun tersebut kini tengah dilakukan perbaikan.

“Iya (sedang dilakukan perbaikan),” singkatnya.

Resah isu diintip di toilet
Alun-alun Karawang rusak
Selain problem fasilitas Alun-alun Karawang yang rusak, pengunjung juga diresahkan isu pengintipan di toilet.

Selain persoalan infrastruktur, permasalahan toilet alun-alun juga menjadi perhatian pengunjung. Warga disebut enggan menggunakan fasilitas toilet umum di Alun-alun Karawang karena diduga sempat terjadi insiden pengintipan.

Menurut keterangan warga sekitar Nurdianingsih (30) mengaku sempat mendengar jika ada pengunjung yang sempat diintip di toilet di alun-alun. Hanya saja ia belum berani memastikan kabar tersebut benar atau tidak.

Baca juga: Pengunjung Keluhkan Fasilitas di Lapangan Karangpawitan, Kondisinya Kotor dan Tak Terawat

Alih-alih memanfaatkan toilet alun-alun, pengunjung, kata dia, lebih sering menggunakan toilet masjid Agung karna dianggap lebih aman.

“Mereka tidak berani ke toilet ini karena bawahnya bolong, kaya gak full nutupnya, tapi itu juga katanya ya. Kalau saya mungkin orang sini, saya biasa aja. Terus ada yang bilang engga mau karena berbayar, aturannya gratis tapi seiklasnya sih, terus ada yang bilang ke toilet takut diintip, ” terangnya.

Sementara petugas penjaga toilet Alun-alun Fajar (34) mengatakan, bahwa kejadian pengintipan di toilet alun-alun belum pernah terjadi sama sekali, karena toilet laki-laki dan perempuan terpisah.

“Jadi masyarakat tidak langsung survei ke lokasi, jadi hanya katanya-katanya tidak tau langsung ke sini. Jadi kejadiannya belum pernah ada, saya yang bertugas. Terus masyarakat juga banyak yang kesini, misalkan tiba-tiba lewat ada toilet langsung ke sini, jadi masih banyak yang menggunakan toilet ini paling banyak bisa mencapai 50 orang lebih,” jelasnya. (*)