
Tapi bukan angka itu yang membuatnya bertahan selama enam bulan melainkan kepercayaan dari pemilik toko yang memintanya mengelola keuangan.
Baca juga: Lebaran Berkesan: Kisah Ibu Ernawati dan Bayi Kembar Tiga di RSUD Karawang
Di situlah ia merasa dihargai, dan kepercayaan itu menjadi bahan bakar tambahan dalam perjuangannya.
Sebagai anak rantau, hidup dalam kos sederhana, mengandalkan beasiswa, dan tetap menuntut ilmu di tengah tekanan ekonomi, Oci tahu betul bahwa kuliah bukan kemewahan, tapi perjuangan.
Namun ada satu hal yang selalu ia pegang teguh, pesan sederhana dari orang tua.
“Jaga kepercayaan kami. Kamu kuliah jauh-jauh ke Karawang, pulanglah bawa hasil yang baik,” ucap Oci mengingat perjataan ibunya saat mengantar Oci pertama kali ke Karawang.
Baca juga: Sertijab Kajari Karawang, Dedy Irwan Janji Segera Belanja Masalah
Dan kini, pesan itu telah ditunaikan. Oci resmi lulus dengan IPK 3,98, membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, melainkan pijakan untuk melompat lebih tinggi.
Ia bercita-cita berkarier di industri manufaktur, menjadi bagian dari lini produksi, atau peran strategis lain yang sejalan dengan ilmu yang ia tekuni.
“Mah, Pah, Oci pulang, dengan bukti dari harapan yang selama ini Oci pegang, doain Oci yah mah pah, Oci pengen kejar cita-cita lainnya di dunia industri,” tutupnya sambil menahan air mata. (*)










