
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang meresmikan pembangunan Jembatan Ciselang di Kecamatan Kotabaru, tepatnya di ruas Jalan Cikampek–Wadas. Jembatan ini menjadi jalur strategis yang menghubungkan sejumlah wilayah, mulai dari Kecamatan Cikampek, Tirtamulya, hingga Lemahabang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, Rusman, mengatakan pembangunan Jembatan Ciselang dilakukan untuk menggantikan jembatan lama yang kondisinya sudah tidak layak. Selain sempit, jembatan sebelumnya tidak memungkinkan kendaraan melintas dua arah secara bersamaan.
“Akibatnya sering terjadi antrean karena kendaraan harus saling menunggu. Ini tentu mengganggu kelancaran lalu lintas,” ujar Rusman, Kamis (22/1).
Baca juga: Bupati Karawang Ajak OPD dan Perusahaan Kompak Tangani Banjir: Semua Harus Sat-set
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dikerjakan pada 2024 dengan fokus pada pembangunan struktur utama, meliputi fondasi, bangunan bawah, dan bangunan atas. Tahap kedua dilanjutkan pada 2025 untuk penyelesaian konstruksi secara keseluruhan.
Jembatan Ciselang memiliki panjang sekitar 45 meter dengan lebar enam meter. Total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jembatan tersebut mencapai kurang lebih Rp8 miliar.
Menurut Rusman, keberadaan jembatan ini tidak hanya menghubungkan wilayah Cikampek, Tirtamulya, Wadas, dan Lemahabang, tetapi juga menjadi akses penting bagi masyarakat dari wilayah Tamelang hingga Jatisari. Selain itu, jembatan ini berfungsi sebagai jalur utama menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang.
Baca juga: Sepekan Terendam Banjir, 900 KK di Desa Sedari Karawang Terima Bantuan PHE ONWJ
“Dengan jembatan baru ini, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar dan distribusi angkutan sampah ke TPA Jalupang bisa berjalan lebih optimal,” katanya.
Sementara itu, Bupati Karawang Aep Saepulloh menegaskan pembangunan Jembatan Ciselang merupakan bentuk respons pemerintah daerah terhadap aspirasi masyarakat.
Ia menyebutkan jembatan lama telah berdiri puluhan tahun dan tidak lagi mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat.








