
KARAWANG — Kepala Desa (Kades) Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jujun Junaedi menagih janji Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi untuk segera merealisasikan perbaikan jalan yang rusak di sepanjang jalur akses Tol Karawang Barat.
Hal ini menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut. Terlebih Dedi Mulyadi disebutnya sempat menyatakan akan mengambil alih penanganan jalan tersebut.
“Harapan saya sebagai kepala desa, karena sering terjadinya kecelakaan diakibatkan jalan bergelombang, mohon segera dilakukan pekerjaan dulu. Minimal jalan yang bergelombang dibaguskan dulu, jangan dibiarkan seperti ini. Kalau terjadi korban, masyarakat dan pengguna jalan sendiri yang dirugikan,” ujar Kades Jujun, Selasa (7/7).
Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Tol Japek KM 46 Akibatkan Jalur Arteri Karawang Macet Parah
Berdasarkan pemetaan di lapangan, ia mencatat sedikitnya ada empat titik krusial jalan bergelombang yang sangat membahayakan pengendara, khususnya kendaraan roda dua yang melintas.
Titik rawan tersebut meliputi area di samping Sindangreret, samping Masjid Al-Ghamar, di depan Mitra 10, serta titik bergelombang di dekat kantor pajak.

Ia mengingatkan kembali KDM—sapaan akrab Dedi Mulyadi, soal komitmennya pada Januari lalu yang menegaskan akan mengambil alih tanggung jawab perbaikan akses tol Karawang Barat dengan mengalokasikan anggaran murni pada tahun anggaran 2026.
“Ya, yang pertama akan membangun jembatan Badami. Itu kanan-kiri alhamdulillah saya sudah lihat, di sana sudah mulai dikerjakan. Nah, yang ke sininya dari mulai akses gerbang tol Karawang Barat sampai pabrik es itu, juga itu akan dikerjakan oleh Provinsi Jawa Barat.”
Baca juga: Truk Muatan Cat Terguling di Interchange Karawang, Rupanya Gegara Jalan Bergelombang
“Jangan ini dibiarkan gitu ya. Kan tahu sendiri kalau terjadi korban itu, masyarakat sendiri yang menjadi korbannya sendiri, iya tidak? Termasuk pengguna jalan yang sering menggunakan akses Karawang Barat,” tandasnya.
Selain perbaikan kontur jalan agar menjadi permanen dan aman, pihak desa juga meminta pembangunan fasilitas drainase yang representatif di sisi kanan dan kiri jalan. Selama ini, luapan air dari badan jalan kerap merembes bebas ke area persawahan milik warga sekitar.
“Kalau sekarang kan air ini masih merambah ya, tentunya yang dirugikan hampir rata-rata sini kan masih pesawahan, petani, iya tidak? Karena air dari jalan itu pasti mengandung kandungan B3. Itu ya,” pungkasnya. (*)








