
Ia juga mengungkapkan bahwa mahasiswa mampu beradaptasi dengan budaya setempat, sehingga diterima baik oleh warga.
Baca juga: Resinda Hotel Karawang Ramaikan Pesta Rakyat Padma 2025, Intip Ragam Acaranya
Perubahan positif yang terlihat selama kegiatan KKN berlangsung antara lain meningkatnya pemahaman pelaku UMKM akan pentingnya NIB, serta kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong. Kendala yang ditemui hanya pada keterbatasan waktu pendampingan dari pihak desa.
Tati berharap mahasiswa KKN ke depan bisa terus meningkatkan kualitas program. Ia juga menyatakan kesediaannya untuk kembali merekomendasikan Desa Pasirjengkol sebagai lokasi KKN di tahun-tahun berikutnya.
“Selagi mahasiswa tidak bermasalah,” tutupnya. (*)








