Beranda Regional Kadin karawang: Vaksin Gotong Royong, Guna Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi

Kadin karawang: Vaksin Gotong Royong, Guna Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi

KARAWANG- Ratusan perusahaan di Kabupaten Karawang telah mendaftar untuk program Vaksinasi Gotong Royong. Langkah itu guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Karawang, Fadludin Damanhuri mengatakan, program vaksinasi gotong royong digagas pemerintah mendapat sambutan baik oleh perusahaan. Tercatat ratusan perusahaan di Karawang yang sudah mendaftar untuk ikut vaksinasi mandiri Covid-19.

“Tujuan program vaksinasi gotong royong ini untuk percepat pertumbuhan ekonomi nasional khususnya Karawang. Karena kalau tidak ada vaksinasi mandiri dunia industri terhambat semuanya,” kata pria yang akrab disapa Fadel kepada wartawan saat ditemui dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab), Rabu (24/3/21).

Lanjut Fadel, untuk teknis vaksinasi mandiri soal pembayaran ditanggung perusahaan atau menggunakan BPJS kesehatan, pihaknya belum mengetahuinya. Karena masih menunggu juklak juknis dari kementrian kesehatan.

Namun begitu, untuk vaksinasi gotong royong ini menggunakan merk vaksin yang berbeda dengan dilakukan oleh pemerintah saat ini.

“Untuk vaksin gotong royong nanti menggunakan mitra PT Biofarma, dan vasyankes yang sudah memenuhi standar persyarakatan Kementrian Kesehatan. Target yang menjalani suntik vaksinasi, kita serahkan kepada perusahaan masing-masing,” ungkap Fadel.

Terkait harga vaksinasi pun masih menunggu kementerian kesehatan. Ia berharap dengan adanya vaksin gotong royong ini sangat sambut baik oleh perusahaan.

Serta antusiasme perusahaan dalam berpartisipasi dalam pelaksanaan vaksinasi mandiri terlihat dari aktifnya perusahaan bertanya serta berkoordinasi dalam pelaksanaan pendaftaran.

Sementata itu, Ketua Kadin Jabar, Cucu Suntara menjelaskan, dengan program vaksinasi mandiri harus didukung sepenuhnya. Karena hal tersebut bisa menurunkan terjadinya jumlah positif Covid-19. Untuk di Jabar sudah ribuan perusahaan yang sudah mendaftar atau jutaan karyawan. (rst)

Artikel sebelumnyaIbe: Cashback Fee Sewa Hotel Hanya Sekedar Isu 
Artikel selanjutnyaGerbang Tani Jabar Dukung Dirut Bulog Tolak Impor Beras