Beranda Regional Kafe yang Langgar saat PPKM, Akan Dikenakan Sanksi yang Berat

Kafe yang Langgar saat PPKM, Akan Dikenakan Sanksi yang Berat

Satgas Covid-19 di Karawang, mengakui ada 6 kafe, dan restoran di Karawang dikenakan Surat Peringatan (SP), dan evaluasi perizinan Apabila melanggar, sanksi berat berupa penutupan akan diterapkan.

Wakil Ketua 2 Satgas Covid-19 Karawang, Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo mengatakan sejak patroli PKKM Darurat malam pertama, ada 6 kafe, dan restoran melanggar aturan, dan dikenakan sanksi SP 1.

“Saat malam pertama PPKM Darurat, kami bersama Bupati, Kapolres, dan petugas melakukan patroli malam, dan didapati 6 cafe, restauran, diberikan tindakan SP 1, karena melanggar aturan PPKM Darurat, dengan masih membuka melewati jam pemberlakuan aturan, juga melayani pelanggan di tempat,” kata Medi, yang juga Dandim 0604 Karawang, saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, Senin (5/7/2021).

Ia juga mengungkapkan, bila masih melakukan pelanggaran, tidak menutup kemungkinan bahwa sanksi berat berupa evaluasi perijinan sampai dengan penutupan akan diterapkan.

“Jika masih bandel dan tetap melanggar, kami akan terapkan sanksi berat, bisa berupa evaluasi perizinan sampai dengan menutup ijin usahanya,” jelasnya.

Selain itu, dari data covid sejak kemarin, ada penurunan kasus positif dibandingkan lusa kemarin. Pada Sabtu (3/7) ada 433 kasus positif, sedangkan Minggu kemarin, menurun sampai 135 kasus, dari total keseluruhannya yakni 28.037, rinciannya, 1.040 masih dalam perawatan, 3.414 isolasi mandiri, 22.565 mengalami kesembuhan, dan 1.018 meninggal.

Adanya penurunan tersebut diakui Medi, bukan dijadikan pelemahan bagi penerapan aturan.

“Alhamdulillah, ada penurunan angka terkonfirmasi Positif Covid 19,

namun itu bukan menjadi kita lengah dan takabur, selama pelaksanaan PPKM darurat, operasi penegakan disiplin justru lebih kita laksanakan secara masif,” ujarnya.

Sementara itu, kegiatan patroli malam akan terus dilakukannya, sampai kasus covid-19 melandai.

“Sebelum ada penerapan PPKM darurat kami terus mengadakan patroli malam, demi mencegah adanya kerumunan, yang beresiko menjadi klaster penyebaran, juga saat PPKM Darurat diterapkan,” ungkapnya.

Ia berharap, masyarakat bisa mematuhi aturan PPKM Darurat, dari tanggal 3 sampai 20 Juli, agar mampu menekan penyebaran virus covid-19.

“Saya berharap masyarakat bisa mematuhi aturan PPKM Darurat ini, demi kebaikan kita bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19,” tandasnya.

Artikel sebelumnyaPenegakan Disiplin PPKM Darurat Kabupaten Karawang
Artikel selanjutnyaKomisi IV DPRD Karawang; Industri Wajib Lakukan Testing Massal