KARAWANG – Aksi lempar batu ke kereta api masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan perjalanan kereta. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat Kabupaten Karawang sebagai salah satu wilayah yang kerap terjadi insiden tersebut.
Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan kasus pelemparan batu paling sering terjadi di lintas Karawang–Klari dan Karawang–Lemahabang. Menurutnya, tindakan tersebut berisiko menyebabkan kaca kereta pecah dan melukai penumpang.
“Karawang kalau kecelakaan di perlintasan tidak terlalu tinggi, tetapi kasus pelemparan batu cukup sering terjadi. Hampir setiap evaluasi kejadian, wilayah Karawang menjadi salah satu lokasi yang tercatat,” ujar Franoto kepada tvberita, Jumat (7/8/2026).
Baca juga: Kata Warga soal Bangli di Karawang Timur Dibongkar: Alhamdulillah Jadi Ditata Rapi…
Ia menegaskan, pelemparan batu terhadap kereta api merupakan tindakan berbahaya yang dapat mengancam keselamatan penumpang maupun operasional perjalanan kereta.
Untuk mencegah kejadian serupa, KAI Daop 1 terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui petugas pengamanan dan stasiun.
KAI juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, ketua RT/RW, hingga pemerintah desa dan kelurahan agar ikut mengedukasi warga.
“Kami meminta masyarakat saling mengingatkan apabila mengetahui adanya potensi pelemparan batu sehingga bisa dicegah sejak dini,” katanya.
Baca juga: Utang BPJS ke RS di Karawang Tembus Rp 100 Miliar, DPRD Minta Selesaikan dalam Sebulan
Menurut Franoto, kasus pelemparan batu biasanya meningkat saat masa libur panjang, seperti Natal dan Tahun Baru, libur sekolah, maupun angkutan Lebaran.
Sebagai langkah antisipasi, KAI menempatkan petugas pengamanan terbuka dan tertutup di sejumlah titik rawan serta memasang CCTV portabel untuk membantu mengidentifikasi pelaku. Beberapa kasus juga telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.









