Beranda Regional Kaitan Polemik Penutupan Masjid, Ini Pesan Teduh Ketua PWNU Jabar

Kaitan Polemik Penutupan Masjid, Ini Pesan Teduh Ketua PWNU Jabar

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Tidak ada satu umat Islam pun yang menginginkan syiar Islam di Masjid redup. Seperti shalat berjamaah dan shalat jum’at di antaranya. Namun, keputusan pemerintah yang menutup masjid, khususnya masjid-masjid pemerintah dalam rangka meredam penyebaran Covid-19, harus tetap dihargai umat.

Demikian dikemukakan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat, KH Hasannuri Hidayatullah, melalui pesan tertulisnya kepada tvberita.co.id, Sabtu (21/2).

Menurutnya, keputusan pemerintah menutup masjid-masjid harusnya dihargai dan dihormati sebagai upaya menuju penyelamatan jiwa warganya. Sebagaimana tuntunan “Tashorruful Imam Lirroiyyah Man’utun Bil Mashlahah”, yakni bahwa kebijakan pemimpin haruslah dalam rangka kemaslahatan rakyatnya.

Karenanya, PWNU Jawa Barat sangat menyesalkan terjadinya aksi di Masjid raya Bandung, saat Jumat kemarin (20/3), seolah hilang baik sangka dan tafahum di antara sesama dalam menyikapi keputusan pemerintah sebagai upaya meredam penyebaran covid-19 ini.

“Kita harus hormati keputusan pemerintah, jangan hilangkan baik sangka dan tafahum kita di antara sesama dalam menyikapi keputusan ini,” katanya.

Lebih jauh ia menambahkan, yang menjadi anjuran untuk dihindari, menurutnya, jelas tidak hanya masjid, akan tetapi semua pusat keramaian.

“Para ulama pun sudah menyampaikan pandangan mengenai dasar-dasar jika dilanjutkan aktivitas normal atau dihentikan. Ini menunjukkan bahwa hal tersebut masuk dalam ranah yang berpotensi terjadi khilafiyah,” jelasnya.

Untuk itu, sambungnya, ia mengajak kepada semua elemen bangsa ini, agar menyatukan langkah dan pikiran menuju keselamatan bersama dari merebaknya wabah Covid-19, dengan jiwa dan pandangan hati yang tulus dan bersih, sehingga bisa menerima segala upaya positif dari semua pihak.

“Semoga dengan pikiran yang positif ini akan mendatangkan percepatan datangnya pertolongan Allah bagi bangsa Indonesia tercinta,” tutupnya. (kie)