Beranda Regional Kalihurip Masih Gelap, Warga Sentil Dewan, Wabup Karawang Beri Solusi

Kalihurip Masih Gelap, Warga Sentil Dewan, Wabup Karawang Beri Solusi

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Ternyata listrik masih menjadi barang yang langka di sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang. Terutama untuk sebagian warga masyarakat hutan desa yang bermukim di Kampung Kalihurip Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur.

Sebab, selama puluhan tahun mereka tinggal dan mendiami lahan negara yang dikeola Perhutani tersebut, hingga kini belum juga teraliri oleh aliran listrik. Tidak ada lampu rumah yang menyala, yang ada hanya cahaya lilin dan lampu cempor atau lampu sumbu yang menerangi sudut rumah-rumah warga.

Kondisi ini, sudah dijalani keluarga Tarsih (35 thn) yang untuk keperluan hidupnya menggunakan air sumur timba karena tidak bisa terpasang sanyo.

Untuk penerangan mereka menggunakan lampu sumbu atau cempor dengan bahan bakar minyak tanah, dan dalam satu bulan satu keluarga bisa menghabiskan 20 liter minyak tanah. Sementara harga minyak tanah satu liter Rp.15000.

“Ya, jika tidak terbeli minyak kami menggunakan solar namun dampaknya rumah kami hitam semua,”keluhnya kepada Koran Berita.

Kepala Desa Sirnabaya Masturan, menuturkan bahwa permukiman warga di Kampung Kalihurip memang belum tersentuh listrik sudah sekian puluh tahun lamanya.

Hal itu disebabkan, Karena lahan yang ditempati 128 Kepala Keluarga itu adalah lahan negara yang dikelola oleh Perhutani.

Dimana PLN tidak mungkin melakukan pemasangan aliran listrik tanpa adanya ijin dari Perhutani. Bahkan, sejauh ini tidak ada bantuan apapun yang diberikan oleh anggota DPRD maupun pemerintah. Padahal di Kampung Kalihurip ini ada satu Sekolah Dasar Al Hidayah yang memiliki puluhan murid. Dan bantuan yang ada hanyalah mesin diesel 5000 watt yang hanya mampu menerangi rumah- rumah warga dengan dua buah bohlam kecil saja.

“Itupun bantuan dari CSR, dari anggota DPRD juga tidak ada sama sekali, mereka hanya datang untuk suara saja, disinikan ada 200 lebih hak pilih dan satu TPS,”sesalnya.

Sementara itu, Camat Telukjambe Timur Asep Cece Juhadi Zaenal mengaku, pihaknya sudah mengupayakan agar semua kampung dan desa di wilayah Kecamatan Telukjambe Timur teraliri listrik.

Akan tetapi, karena beberapa wilayah di desanya ada sebagian warga yang bermukim dan mencari penghidupan di lahan Perhutani maka pihaknya tidak dapat berbuat banyak selain mengajukan bantuan dari CSR perusahaan.

Dan dari data yang dia miliki, tercatat masih ada sekitar 14 KK di Desa Sukaluyu, 125 KK di Desa Puserjaya dan 78 KK di desa wadas yang juga belum mandapatkan aliran listrik karena berada dalam kondisi yang sama yaitu menetap dilahan milik Perhutani.

Melihat kondisi seperti ini, Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsyari didampingi Asda I Pemerintahan Samsuri, Camat, Kepala Desa , Pimpinan Cabang PLN , pihak Perhutani dan Managemen KIIC mecoba memberikan solusi yang terbaik agar warga masyarakat hutan desa di Kalihurip bisa mendapatkan penghidupan yang layak dan anak- anak bisa belajar dengan baik.

Akan tetapi, Wakil Bupati menginginkan setiap Kepala Keluarga membuat surat pernyataan dan kesepakatan antara Kepala Keluarga masing -masing bersama pihak Perhutani dan disaksikan oleh Pemkab Karawang.

“Jika nanti, Lahan ini dialiri listrik saya ingin setiap KK harus mengakui lahan ini milik perhutani dan apabila suatu saat perhutani akan menggunakan lahan ini Kepala Keluarga tidak boleh melakukan gugatan,”jelasnya.

Karena, Hal ini menurutnya membutuhkan kebijakan kolektif kolegial. Dimana adanya lahan milik negara yang dikelola Perhutani dan sudah siap meñerangi desa ini namun PLN tidak ingin kedepannya ada sengketa atau permasalahan tanpa harus mengganggu hak-hak PLN.

“Ya, tentunya saja, Pembiayaannya dilakukan secara swadaya antara masyarakat dengan setoran listrik seperti biasa. Dan saya perintahkan Kepala desa dan camat membuat berita acara bersama dengan warga dengan disaksikan oleh kita pemerintah daerah. Karena PLN saat ini hanya menunggu legalitas kesepakatan tersebut dan siap untuk memasangkan listrik,”pungkasnya.(nin/ds/ton)