Beranda Headline Karawang Butuh Panti Penampungan ODGJ

Karawang Butuh Panti Penampungan ODGJ

ODGJ di karawang
Ilustrasi ODGJ tidur di jalanan. (Istimewa)

KARAWANG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang menjelaskan fenomena banyaknya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berkeliaran di Karawang.

Semisal belakangan ini, masyarakat diresahkan adanya ODGJ yang mengamuk dan menyerang sejumlah pengendara di kawasan pertokoan di Jalan Tuparev, Karawang.

Video aksi seorang ODGJ mengamuk itu pun viral di media sosial.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Karawang, Dyah Palupiey Ekayanti mengutarakan, dalam menangani permasalahan ODGJ ada beberapa instansi yang berwenang, di antaranya Satpol PP, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

Baca juga: Momentum HKSN, Dinsos Karawang Serukan Jangan Kasihani Disabilitas

“Sebetulnya bukan murni permasalahan Dinsos. Kami menangani bersama-sama, Salpol PP tangani (amukan) ODGJ di lapangan, Dinsos mengawal akses perlindungan dan jaminan sosial, sedangkan Dinkes menangani secara medis,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerja pada Kamis, (19/1/2023).

Ia menambahkan, bahwa tiap instansi terkait memiliki tupoksinya masing-masing, dan akan salah jika turun tangan tidak sesuai tupoksi.

“Akan salah jika ada ODGJ mengamuk, lalu Dinsos yang turun, Satpol lebih berwenang. Kami juga tidak bertugas dalam pengobatan.”

“Tugas Dinsos sendiri meliputi rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial, serta pembedahan sosial,” tambahnya.

Tangani 250 kasus ODGJ di Karawang

Sepanjang tahun 2022, Dinsos Karawang telah menangani kasus terkait ODGJ sebanyak 50 kasus dan 200 kasus yang ditangani bersama-sama (kolaborasi).