
“Kami hampir berkeliling ke semua titik banjir. Keluhannya hampir sama, yaitu luapan Sungai Citarum dan Cibeet, sementara di perkotaan persoalannya lebih ke sistem drainase,” ungkapnya.
Baca juga: Lewat Gema UMKM, Mahasiswa KKN Unsika Dorong Pengembangan Usaha di Desa Telukambulu
Ia menegaskan, penanganan banjir harus dilakukan secara serius dan terkoordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat agar masyarakat tidak terus dihantui kekhawatiran setiap musim hujan tiba.
Selain itu, Dian juga mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif menjaga lingkungan, khususnya saluran air di sekitar permukiman.
“Kami berharap tidak hanya pemerintah yang bergerak, tapi masyarakat juga peduli terhadap lingkungan. Saluran-saluran di lingkungan harus dijaga bersama agar tidak tersumbat. Ini penting supaya persoalan banjir tidak terus berulang di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. (*)








