Beranda Karawang IPAL 4,7 M RSUD yang Dibiayai Negara, Diperiksa Polda

IPAL 4,7 M RSUD yang Dibiayai Negara, Diperiksa Polda

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Polemik pembangunan IPAL RSUD Kabupaten Karawang yang dicurigai sejumlah pihak merupakan “Proyek Bagi- Bagi Kue”, terus bergulir.

Bahkan Pembangunan IPAL yang dibiayai pemerintah pusat dengan menelan anggaran sekitar 4,7 Milyar Rupiah tersebut, kabarnya hari Senin tanggal 3 Februari 2020 kemarin didatangi Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).

Dikonfirmasi terkait kabar tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang pun membenarkan.

“Benar ada kunjungan dari Polda katanya mau melihat IPAL, dan saya arahkan ke RSUD, karena memang pembangunannya bukan di Dinkes,” kata plt Kepala Dinkes Kabupaten Karawang, Nurdin melalui saluran telepon pribadinya.

Lebih lanjut di ungkapkannya, kunjungan Polda tersebut terkait pemeriksaan apa, Nurdin mengaku tidak tahu.

“tapi saya tidak tahu ada pemeriksaan apa, saya gak tahu yang diperiksa Polda itu apa, setahu saya melakukan kunjungan aja karena mereka hanya ingin tahu pembangunannya seperti apa lokasinya seperti apa,” ujarnya lagi menjelaskan.

Sementara pihak RSUD Karawang sendiri saat dihubungi melalui telepon belum memberikan jawaban.

Terpisah Komisi III dan Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, kompak menyayangkan jika memang kabar turunnya Polda ke RSUD Karawang berkaitan masalah pembangunan IPAL.

Ketua Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra, Endang Sodikin mengatakan ketika mendengar kabar tersebut pihaknya langsung menghubungi Dinkes dan pihak managemen RSUD untuk mencari kebenaran. Namun sampai berita ini diturunkan, komunikasi yang coba dilakukan Endang belum ada balasan.

“Saya belum bisa berstatement apa-apa dulu ya, karena baik Dinkes maupun RSUD sudah saya telpon berkali-kali masih belum diangkat juga, mungkin sedang sibuk,” keluhnya.

Senada, Ketua Komisi IV Asep Syaripudin mengatakan secepatnya Komisi IV akan mengundang Dinkes dan RSUD untuk memberikan penjelasan mengenai IPAL ini.

“Secepatnya kita akan undang, atau mungkin bisa saja kita yang akan melakukan kunjungan ke lokasi melihat langsung IPALnya seperti apa,” kata politisi Partai Golkar ini menandaskan.(nna/dhi)