
KARAWANG – Perpisahan SMKN 1 Karawang menjadi momentum penuh makna bagi para siswa kelas 12. Digelar pada Rabu (13/5/2026), perpisahan SMKN 1 Karawang tahun ini mengangkat kebudayaan Sunda melalui tema “Sawara Langgeng”, yang bermakna kenangan dan ucapan yang akan terus abadi meski para siswa telah lulus dari sekolah.
Ketua Pelaksana kegiatan, Karisa, menjelaskan bahwa perpisahan SMKN 1 Karawang bukan sekadar seremoni pelepasan, melainkan bentuk apresiasi bagi siswa kelas 12 yang telah menyelesaikan pendidikan, sekaligus momentum pemberian beasiswa kepada sejumlah alumni berprestasi.
“Untuk acara perpisahan ini merupakan bentuk apresiasi bagi anak-anak kelas 12, sembari kami juga memberikan beasiswa kepada beberapa alumni,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Karawang Bangun 8 Rumah Lansia, Siapkan Lahan untuk Ketahanan Pangan
Ia menambahkan, tema “Sawara Langgeng” dipilih untuk menonjolkan nilai-nilai budaya Sunda dalam seluruh rangkaian acara. Salah satu prosesi yang menarik perhatian adalah mapag panganten, yang dikemas dengan nuansa tradisional khas Sunda.
“Artinya, meskipun siswa kelas 12 sekarang lulus, kenangannya akan tetap abadi,” tuturnya.
Ketua OSIS SMKN 1 Karawang, Danur, mengatakan seluruh konsep acara digagas dan dijalankan langsung oleh siswa, dengan dukungan guru sebagai pendamping.
“Guru hanya memantau dan mendampingi. Semua murni dari siswa, dari siswa dan untuk siswa,” katanya.
Dalam perpisahan SMKN 1 Karawang ini, siswa juga menampilkan berbagai potensi terbaik mereka. Salah satunya adalah pertunjukan wayang golek karya siswa Neskar—sebutan akrab untuk SMKN 1 Karawang.
Selain itu, tiga ekstrakurikuler turut dilibatkan dalam prosesi mapag panganten, yakni Paskibra, Teater Tetuka, dan kelompok angklung.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, acara tahun ini digelar tanpa menghadirkan artis dari luar. Pihak sekolah memilih memaksimalkan bakat dan kreativitas siswa sesuai kebijakan yang berlaku.
“Di sini banyak sekali siswa yang punya bakat luar biasa, jadi kami ingin memberi ruang bagi mereka untuk tampil,” tambah Danur.
Tak hanya pelepasan siswa, perpisahan SMKN 1 Karawang juga diwarnai pemberian beasiswa dari Ikatan Alumni SMKN 1 Karawang (Iluni) kepada siswa berprestasi.
Raihan, salah satu alumni, mengatakan beasiswa sebesar Rp1 juta diberikan langsung oleh Ketua Iluni sebagai bentuk dukungan bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Ini adalah apresiasi bagi teman-teman yang telah lulus dan ingin melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu lulusan, Maulana Yusuf, mengaku ingin melanjutkan pendidikan ke Jurusan Aktuaria di Universitas Indonesia (UI) setelah sebelumnya mengikuti UTBK.
“Harapan saya generasi ke-60 tidak terpecah belah. Di mana pun kita berada, kita tetap satu almamater,” katanya.
Guru Olahraga SMKN 1 Karawang, Darwis, turut mengapresiasi kreativitas para siswa dalam menyelenggarakan acara tersebut. Ia menyebut pihak sekolah hanya berperan sebagai tempat bertukar pikiran, sementara seluruh konsep dan eksekusi dilakukan oleh siswa.
“Ini di luar ekspektasi kami. Mereka sanggup membuat panggung hingga gunungan wayang sendiri,” ujarnya.
Baca juga: 173 Mahasiswa Unsika Diwisuda, Rektor Bagikan 7 Pesan Penting soal Kehidupan
Darwis juga menyoroti keberhasilan sekolah dalam membentuk karakter siswa melalui berbagai program rutin seperti upacara, senam pagi, mengaji, baris-berbaris, kaizen, sarapan bersama, hingga pengajian Jumat.
“Dari 2.600 siswa, tingkat keterlambatan hanya tiga orang. Ini membuktikan apa yang kami terapkan berdampak pada perubahan karakter mereka,” jelasnya.
Melalui perpisahan SMKN 1 Karawang bertema “Sawara Langgeng”, sekolah berharap seluruh lulusan mampu menjaga silaturahmi, membawa ilmu yang diperoleh selama tiga tahun, serta terus mengharumkan nama almamater di masa depan. (*)








