
KARAWANG – Penataan bangunan liar (bangli) di sepanjang ruas jalan Interchange Tol Karawang Timur yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karawang mendapat respons positif dari warga setempat. Mereka berharap kawasan tersebut menjadi lebih bersih, rapi, dan diharapkan mampu mengurangi kemacetan.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan, penataan dilakukan untuk mengembalikan fungsi Daerah Milik Jalan (DMJ) serta saluran drainase.
Menurutnya, pembongkaran bangunan liar dilakukan secara bertahap setelah pemerintah daerah memperoleh izin karena kawasan tersebut merupakan aset milik Jasa Marga.
Baca juga: Akses Tol Karawang Timur Bersolek, 93 Bangunan Liar Ditertibkan demi Penataan Bertahap
“Ini bukan sembarang membongkar. Yang kita tertibkan adalah bangunan yang berada di Daerah Milik Jalan. Saluran juga harus kita rapikan agar fungsinya kembali optimal,” ujar Aep.
Ia menjelaskan, penataan kawasan Interchange Tol Karawang Timur dibagi dalam dua tahap. Tahun ini pekerjaan difokuskan hingga area saluran, sedangkan penyelesaian sisanya akan dilanjutkan pada tahun depan dengan rencana anggaran sekitar Rp8 miliar.

Berdasarkan pendataan pemerintah daerah, terdapat sekitar 93 bangunan liar di kedua sisi jalan yang menjadi sasaran penataan. Mayoritas merupakan bangunan semi permanen.
Salah seorang warga, Ratna (62), mengaku mendukung langkah pemerintah menertibkan bangunan liar di kawasan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan kini akan terlihat lebih tertata dibandingkan sebelumnya.
Baca juga: Curiga Keran Air di Masjid RSI Karawang Mengalir Sejak Sore, Rupanya Ada Pria Ditemukan Tewas
“Bagus jadi ditata. Sebelumnya ya begitu, kurang rapi. Dengan adanya pembongkaran ini jadi kelihatan lebih rapi,” kata Ratna.
Senada dengan Ratna, warga lainnya, Jumarta, mengatakan kawasan Interchange Tol Karawang Timur kini tampak lebih bersih setelah dilakukan penertiban. Ia berharap penataan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi kemacetan.
“Alhamdulillah jadi bersih. Bagus program ini,” ujarnya.
Menurut Jumarta, keberadaan bangunan liar selama ini membuat kawasan terlihat semrawut dan menjadi salah satu penyebab terganggunya kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk saat karyawan berangkat maupun pulang kerja.
Baca juga: Tak Ingin Bangli di Karawang Menjamur Lagi, Bupati Aep Minta PLN Selektif Salurkan Listrik
“Kalau jam berangkat dan pulang kerja sering macet. Titiknya di sekitar perempatan dekat akses keluar tol,” jelasnya.
Ia berharap penataan yang dilakukan pemerintah dapat membuat kawasan Interchange Tol Karawang Timur menjadi lebih tertib, indah, dan arus lalu lintas semakin lancar.
“Harapannya semoga Interchange Tol Karawang Timur lebih lancar, dan tidak semrawut seperti dulu,” pungkasnya. (*)








