
Menurut Camat, pola hubungan seperti ini penting untuk terus dipertahankan dan dikembangkan. Pemerintah membutuhkan dunia usaha sebagai mitra pembangunan, sementara perusahaan juga membutuhkan dukungan lingkungan pemerintahan dan masyarakat yang kondusif.
Karena itu, komunikasi, keterlibatan dalam kegiatan sosial, serta kehadiran perusahaan dalam berbagai agenda pemerintahan menjadi bagian penting dalam membangun trust, kolaborasi, dan rasa memiliki terhadap pembangunan wilayah.
Pada skala ekonomi mikro, keberadaan kawasan industri dinilai dapat menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar, memberikan kesempatan kepada pengusaha lokal untuk memasok bahan penolong kegiatan produksi, membuka lapangan pekerjaan, serta menciptakan peluang usaha baru seperti kontrakan atau indekos, warung makan, transportasi, dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya.
Baca juga: Dukung Kemajuan Pendidikan, KIIC Salurkan Beasiswa Rp299,4 Juta untuk 280 Siswa di Karawang
Bagi Pemerintah Kecamatan Purwasari, kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk membangun ekosistem investasi yang semakin inklusif, sehingga pertumbuhan industri dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Yang ingin kita dorong adalah bagaimana investasi besar dapat memiliki keterhubungan dengan ekonomi lokal. Ada tenaga kerja lokal yang terserap, ada UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok, ada usaha makanan, transportasi, kontrakan, perdagangan dan jasa yang tumbuh. Dengan demikian, investasi benar-benar menghadirkan multiplier effect yang dirasakan masyarakat,” lanjutnya.
“Investor membutuhkan wilayah yang aman dan kondusif, sementara masyarakat membutuhkan kehadiran investasi yang membawa manfaat. Di sinilah pemerintah hadir untuk membangun komunikasi dan kolaborasi agar kepentingan dunia usaha dan kepentingan masyarakat dapat berjalan beriringan,” pungkasnya. (*)








