KARAWANG — Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM), membeberkan pemicu utama kerusakan parah yang terjadi di ruas Jalan Badami-Loji, Kabupaten Karawang.
Tak hanya armada pabrik semen, lalu lalang truk pengangkut bahan tambang milik pengusaha lokal Karawang disebutnya turut andil besar dalam mempercepat kerusakan ruas jalan.
KDM mengungkap, berdasarkan data dan catatan dari pihak perusahaan semen PT Jui Shin Indonesia, terdapat tiga perusahaan angkutan asal Kabupaten Karawang yang menjalin kerja sama operasional pengangkutan bahan tambang.
Baca juga: Giliran Puluhan Atlet Basket Dilindungi BPJS TK oleh RS Primaya Karawang
“Saya menyampaikan informasi ini sebagai bentuk keterbukaan publik. Kerusakan jalan Badami-Loji selain oleh truk pengangkut semen PT Jui Shin Indonesia, juga disebabkan oleh armada pengangkut bahan tambang,” ujar KDM dalam video yang diunggah di akun instagram pribadinya, dikutip Rabu (16/9).
“Truk pengangkut bahan tambang itu yang memiliki kerja sama dengan PT Jui Shin yang ada catatan di saya, berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, ada tiga yang berasal dari pengusaha Kabupaten Karawang,” tambahnya.
Perusahaan pertama adalah PT Cipagamas (CPM) milik H. Jaenal Arifin yang mengerahkan 4 unit armada. Namun, armada tersebut diketahui telah berhenti beroperasi sejak satu bulan terakhir.
Baca juga: OTT KPK di BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Uang Ratusan Miliar Disita
Dalam penjelasannya, KDM sempat penasaran soal sosok pemilik perusahaan tersebut. Pasalnya, nama H. Jaenal Arifin identik dengan nama anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang selama ini dikenal vokal menyuarakan isu kerusakan jalan di wilayah Karawang.
“Saya tidak tahu apakah H. Jaenal Arifin yang dimaksud adalah orang yang sama dengan anggota DPRD Jawa Barat. Karena beliau yang paling aktif menyuarakan soal jalan rusak, bahkan hadir saat aksi demonstrasi masyarakat,” tuturnya.









