Beranda Headline Kecam Dugaan Persekusi di Sekolah, Kopri PMII Karawang: Disdikpora Jangan Diam

Kecam Dugaan Persekusi di Sekolah, Kopri PMII Karawang: Disdikpora Jangan Diam

KARAWANG – Belakangan, kasus dugaan kekerasan terhadap perempuan terus mencuat di Kabupaten Karawang. Satu diantaranya, soal dugaan persekusi yang dilakukan wali murid terhadap guru honorer di SDN Karawang Kulon 1, beberapa waktu lalu.

Sekretaris Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri (Kopri) cabang Karawang, Fani Juantika Fahmi mengecam peristiwa memalukan di dunia pendidikan tersebut.

Pasalnya, kasus kekerasan terhadap perempuan merupakan fenomena yang sering terjadi setiap tahunnya. Hal itu karena ruang ramah perempuan dari berbagai sektor di Kabupaten Karawang hampir tidak ada.

Baca juga: Di Karawang, Seorang Guru Hamil Diduga Dipersekusi Orangtua Murid Hingga Keguguran

“Pada kasus yang dialami oleh ibu EM ini, di mana pimpinannya sendiri pun tidak mampu melakukan perlindungan dan memberikan ruang aman bagi guru, khususnya guru perempuan,” keluhnya.

Bicara mengenai hak dan ruang aman bagi guru perempuan, menurutnya harus menjadi atensi bagi berbagai pihak, mengingat ini bukan kali pertama guru perempuan mendapat diskriminasi.

“Ini bukan kali pertama kasus terjadi, jangan sampai kejadian seperti ini menimpa terhadap guru perempuan yang lainnya,” imbuhnya, Jumat (12/11).

Untuk itu, dirinya berharap kepada pihak terkait, utamanya Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) agar turut menyelesaikan kasus ini sampai tuntas.

“Pada kasus ini ibu EM harus kehilangan nyawa anaknya, jelas ini sudah perenggutan hak untuk hidup seorang manusia sejak dalam kandungan. Dinas Pendidikan juga harus merespon kasus tersebut dengan memberikan punishment kepada kepala sekolah yang gagal dalam mengayomi tenaga pendidik dalam lingkungan sekolahnya. Pun diharapkan pihak berwajib dapat mengusut tuntas kasus ini dengan seadil-adilnya dengan harapan dapat berperspektif korban,” tandasnya.

Ia juga bersama Kopri PC PMII Karawang, kedepannya akan melakukan audiensi dan siap melakukan pendampingan bahkan membantu pemulihan secara psikis terhadap EFM.

Baca Juga :   Bahagianya Valencya saat Divonis Bebas, Tangisnya Pecah, Langsung Sujud Syukur

“Langkah selanjutnya yang akan Kopri Karawang lakukan yakni kami akan segera melakukan audiensi dengan Polres Karawang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang menyikapi kasus tersebut, lalu apabila ibu EM perlu adanya pemulihan secara psikologis makan kami akan menghadirkan psikolog untuk membantu pemulihan psikis Ibu EM,” kata Fani.

Baca juga: Kepala SDN Karawang Kulon 1 Persilakan EM Tempuh Jalur Hukum

Sementara, Kepala Disdikpora Karawang, Asep Junaedi, enggan memberikan komentar mengenai dugaan persekusi yang menimpa guru honorer bernasib malang tersebut.

“No coment kang,” kata Asep Junaedi, melalui pesan WhatsApp.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A), Ridwan Salam mengatakan melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karawang akan melakukan pendampingan pada kasus tersebut.

“Setiap korban kekerasan terhadap perempuan dan anak jika melakukan aduan terhadap DP3A melalui P2TP2A kami akan melakukan pendampingan dengan berbagai upaya. Pati kita sikapi dengan positif,” ujarnya.

Bahkan ia juga akan terus melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum terkait kasus yang menimpa EFM.

“Kita akan komunikasi terus dengan pihak Polres Karawang,” pungkasnya. (kii)

Artikel sebelumnyaMomen HKN 2021, 5 Bidan Cantik RSUD Karawang Kampanyekan PHBS
Artikel selanjutnyaCegah Demam Berdarah, Lapas Karawang Lakukan Fogging