KARAWANG – NA, seorang balita berusia 2,5 tahun menjadi korban penganiayaan pacar dari ibunya di sebuah hotel di Karawang Barat.
Ibu korban, IP (20), mengungkap detik-detik kejadian memilukan tersebut. Saat Kamis (12/2) malam sekira pukul 01.00 WIB, ia dan pelaku IP (30) check-in di hotel dengan membawa anaknya.
Ketika itu korban belum tidur dan diberi ponsel hingga akhirnya terlelap sekitar pukul 01.30 WIB.
Tak lama setelah anaknya tertidur, pelaku mengaku sakit perut dan meminta IP keluar untuk membelikan makanan.
Meski sempat keberatan karena waktu sudah larut, IP akhirnya keluar kamar setelah pelaku terus mengeluh kesakitan.
Baca juga: Warga Indramayu Nyuri Kapal Nelayan di Cirebon, Berakhir Diciduk di Karawang
Sekitar beberapa waktu kemudian, IP kembali ke hotel. Saat tiba, kondisi kamar dalam keadaan gelap sebelum lampu dinyalakan dari dalam.
“Kemudian aku balik lagi ke hotel, anak aku sama si pelaku ini ternyata udah ada di dalam kamar mandi dengan kondisi berceceran darah gitu di spray-nya. Mata anak aku tuh udah putih semua, lidahnya udah kebuka sambil gak bisa ngomong,” kata dia.
“Anak aku gak nangis sama sekali, langsung kaku gitu, kayak trauma banget. Aku langsung gendong, lihat. Lihat muka anak aku langsung kayak gitu,” tambahnya.
Pelaku sempat berbohong dengan bilang korban terjatuh dalam posisi sujud dan tak merasa bersalah. Namun IP meragukan alasan tersebut karena tidak terdapat benda tajam di lantai kamar dan darah hanya ditemukan di atas sprei.
Baca juga: Senyum Semringah Puluhan Pelajar SMPN 7 Karawang Barat saat Terima PIP dan Buku Tulis
IP kemudian mencurigai adanya benda di kantong pelaku. Setelah diperiksa, ditemukan barang bukti berupa tang dan jarum berukuran besar yang disembunyikan di balik kasur.
“Itu matanya dipukul-pukul pake tang. Terus mulut lidahnya itu dijepit langsung ditarik sama dia. Awalnya dia ngakunya anak aku cuma jatuh posisinya sujud, sedangkan di kamar hotel itu lantainya nggak ada yang tajam,” bebernya.









