Beranda Karawang Kekeringan Masih Melanda Karawang, 24 Desa dan 27.180 Jiwa Terdampak

Kekeringan Masih Melanda Karawang, 24 Desa dan 27.180 Jiwa Terdampak

Bencana kekeringan karawang
Ilustrasi kekeringan. Dok: istimewa

KARAWANG — Bencana kekeringan akibat kemarau panjang masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Karawang. Hingga pertengahan September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat 24 desa di enam kecamatan mengalami krisis air bersih.

Kondisi tersebut berdampak terhadap 8.422 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 27.180 jiwa.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Karawang bersama lintas sektor telah mendistribusikan sebanyak 1.594.000 liter air bersih. Dari jumlah tersebut, 349.000 liter merupakan penanganan langsung BPBD, sedangkan 1.245.000 liter berasal dari kolaborasi berbagai pihak.

Baca juga: Nelangsa Penderita Kusta di Karawang, Masih Sering Diasingkan & Dianggap Guna-guna

Sejumlah pihak yang terlibat dalam penanganan tersebut di antaranya TNI, Polri, PDAM, PMI, Baznas, kawasan industri, organisasi kemasyarakatan hingga dunia usaha.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karawang, Usep Supriatna mengatakan, penanganan krisis air bersih dilakukan secara bersama-sama agar kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

“Alhamdulillah saat ini kita masih bisa karena bersama ya. Jadi bukan hanya BPBD saja yang memberikan bantuan air bersih, tapi kolaborasi dengan dunia usaha dan juga relawan-relawan bencana,” ujar Usep, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, kekeringan telah dirasakan masyarakat sejak Juni 2026 dan berlangsung selama lebih dari tiga bulan.

Baca juga: Rail Clinic & Library KAI Singgah di Karawang, Langsung Diserbu Ratusan Warga 

“Sejak dari bulan Juni ya. Juni, Juli, Agustus, sudah hampir menjelang empat bulan ya, tiga bulan lebih,” katanya.

Enam kecamatan yang terdampak yakni Pangkalan, Tegalwaru, Ciampel, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur dan Pakisjaya.

Dari wilayah tersebut, Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru menjadi daerah yang mengalami dampak paling parah. Hampir seluruh desa di kedua kecamatan tersebut terdampak kekeringan.

Baca juga: Momentum HUT Karawang Diharap Jadi Refleksi Tingkatkan Kualitas & Sarana Pendidikan

“Yang paling parah ya tentunya Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru ya, hampir semua desa terpapar kekeringan. Selain memang paling ujung dan juga tidak ada kawasan industri yang memberikan bantuan sampai ke sana, jadi kami yang memberikan bantuan,” jelasnya.

BPBD Karawang terus mengerahkan armada untuk mendistribusikan air bersih ke titik-titik permukiman warga. Selain air bersih, BPBD juga berkoordinasi dengan pihak swasta untuk menyediakan wadah penampungan atau toren.

Penyediaan toren tersebut dilakukan agar distribusi air lebih efektif, sehingga warga tidak harus menampung bantuan menggunakan banyak galon atau wadah berukuran kecil.