
KARAWANG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang, Jawa Barat melakukan pembinaan bagi para dai dan daiyah di Aula Kemenag setempat, Selasa (29/7). Kegiatan ini melibatkan 60 peserta dari 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang.
Kepala Kemenag Karawang, Sofian, menjelaskan pembinaan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat peran dakwah dalam menjaga kerukunan umat beragama dan keutuhan bangsa.
“Kegiatan ini menekankan pentingnya penceramah agama yang moderat, berwawasan kebangsaan, serta memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kebhinekaan,” kata Sofian.
Baca juga: Pekan Depan, Inspektorat Karawang Bakal Umumkan Hasil Pemeriksaan Proyek Videotron Rp 1,7 M
Dia menyampaikan bahwa penceramah agama harus memiliki pengetahuan yang mendalam serta sikap yang santun, toleran, dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.
“Materi ceramah harus bersifat mendidik, mencerahkan, dan konstruktif. Tujuannya untuk meningkatkan keimanan, memperkuat hubungan antarumat beragama, serta menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.

Sofian juga menegaskan bahwa ceramah agama harus berpedoman pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Penceramah diminta untuk menghindari konten yang berpotensi memicu konflik berbasis suku, agama, ras, dan golongan (SARA), serta menolak segala bentuk intoleransi, diskriminasi, anarki, maupun kampanye politik praktis.
Menurutnya, dai dan daiyah memiliki kedekatan dengan masyarakat lokal dan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pesan-pesan damai.
Baca juga: Guru dan Bendahara MI di Cikampek ‘Rebutan’ Minta Transfer Pungutan TIK, Orang Tua Kebingungan
“Oleh karenanya Kemenag mengajak para penceramah untuk terus menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan memperkuat harmoni sosial melalui dakwah yang sejuk dan menyejukkan.”
“Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, penting bagi para penceramah untuk terus aktif merawat kerukunan umat beragama. Ini akan menjadi kontribusi besar bagi pembangunan bangsa,” lanjutnya.
Sofian juga menyoroti pentingnya pendekatan dakwah yang humanis dan adaptif, terutama di tengah kemajuan teknologi yang pesat saat ini.
Melalui pembinaan ini, Kemenag Karawang berharap para dai dan daiyah dapat semakin profesional, berdakwah dengan bijak, serta menjadi agen pemersatu bangsa di tengah masyarakat yang majemuk. (*)








