Beranda Health Kemenkes Tunjuk RSUD Karawang Jadi Rujukan Pasien Jantung

Kemenkes Tunjuk RSUD Karawang Jadi Rujukan Pasien Jantung

KARAWANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang masuk ke dalam 54 rumah sakit yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan untuk menjadi salah satu rumah sakit jejaring rujukan kardiovaskuler atau lebih dikenal dengan Jantung.

Saat ini RSUD telah menerima surat keputusan dari Kementrian Kesehatan berdasarkan surat Nomor HK.01.07/Menkes/7182/2020. Menjadi salah satu dari 3 rumah sakit di Jawa Barat, selain Hasan Sadikin Bandung dan Gunungjati Cirebon. Hal ini dibuktikan dengan sudah diadakan ruangan instalasi perawatan jantung.

“Kita ditunjuk langsung oleh menteri kesehatan. Kita juga sudah bekerjasama dengan Rumah Sakit Harapan Kita, untuk terus memberikan arahan,” ujar dr. Fitrah Hergyana, Direktur utama RSUD pada Senin (22/11).

Selain resmi untuk perawatan pasien jantung, RSUD pun telah kerjasama dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS). Hal tersebut bertujuan agar memudahkan biaya pengobatan dan pemeriksaan jantung bagi masyarakat yang dinilai cukup mahal tersebut.

“Kini pasien jantung sudah bisa dicover 100 persen oleh BPJS. Bahkan dalam seharinya jumlah pasien terus meningkat disini. Hal ini berkat kesadaran masyarakat juga yang sudah mulai peduli akan kesehatan jantung,” ucapnya lagi.

Di tempat terpisah, dr. Robet Edward Saragih salah satu dokter spesialis jantung RSUD mengatakan, bahwa masyarakat diwajibkan untuk mengatur pola hidup sehat agar tidak terkena mudah terserang penyakit jantung.

“Bagi masyarakat yang sudah memiliki riwayat, apalagi memiliki riwayat bawaan keturunan sebenarnya wajib untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Hal itu guna menghindari dampak yang lebih buruk lagi kedepannya,” bebernya.

Masih kata Robet, jika sudah terdapat (riwayat) gumpalan pada pembulu darah di pasien maka harus segera ditangani. Jika tidak, maka gumpalan tersebut akan mengeras dan akhirnya harus menjalani operasi.

Baca Juga :   RSUD Karawang Terus Berbenah Beri Pelayanan Terbaik

“Kalau tidak mau ada penyakit jantung harus punya pola hidup yang sehat. Masyarakat yang udah terdeteksi penyakit jantung, jangan dibiarkan begitu saja dan jangan lengah hanya dengan meminum obat. Kalau memang sudah ada pergumpalan dan tidak mau memasang ring mau ga mau harus dilakukan pemindahan pembuluh darah,” ungkap Robert.

Selain pola hidup, jenis kelamin pun mempengaruhi munculnya penyakit jantung. Laki-laki lebih rentan terkena jantung. Hal ini dikarenakan perempuan memiliki hormon datang bulan. “Laki-laki lebih gampang mendapat penyakit jantung daripada perempuan, selain dari faktor umur dan juga pola hidup dari orang itu sendiri,” pungkasnya. (rls)

Artikel sebelumnyaAwal 2022, UBP Karawang Bakal Garap Kampung Kopi Berbasis Ekowisata
Artikel selanjutnyaKasus COVID-19 Melandai, Pemkot Bekasi Gelar Apel Serentak