Beranda Headline Kena Efisiensi, PPK 1.1 Jabar Tak Sanggup Rekonstruksi Total Jalan Pantura Karawang

Kena Efisiensi, PPK 1.1 Jabar Tak Sanggup Rekonstruksi Total Jalan Pantura Karawang

Ppk 1.1 jabar jalan pantura karawang
Lubang menganga di Jalan Pantura Karawang.

KARAWANG – Satuan Kerja (Satker) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Jawa Barat (Jabar) Kementerian PU, menyatakan tak sanggup jika harus merekonstruksi total ruas jalan Pantura di wilayah Kabupaten Karawang.

Wacana rekonstruksi total Pantura ini mencuat setelah Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi dan Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengusulkannya langsung kepada pihak Kementerian PU belum lama ini.

Kepala Pengawas Lapangan (Kawaslap) PPK 1.1 Jabar, Dedi Permayadi, menyebut biaya untuk merekonstruksi jalur Pantura amat besar, sementara di sisi lain pagu anggaran dipangkas akibat kebijakan efisiensi.

Baca juga: Dua Hari Berturut-turut, PGRI Klari Kirim 1.100 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir

“Kalau di berita kan ada rekonstruksi, itu kan gak semuanya. Nilainya nggak sebanyak itu. Kita bikin sekedar pemeliharaan. Efisiensi sih ya,” ungkap, Sabtu (7/2).

Dia mencontohkan, untuk merekonstruksi jalan beton per 1 kilometer saja dibutuhkan biaya sekitar Rp 100 miliar, sementara panjang jalan Pantura di wilayah Karawang mencapai 95 kilometer.

“Untuk menjadi beton itu per 1 kilo kurang lebih Rp 100 miliar, pokoknya gede lah. Sekitaran Rp 2,5 juta per meter, belum kali panjang lebar dan hitungan yang lainnya, dan ketebalannya,” papar Dedi.

Baca juga: Menag RI Kunjungi Klenteng Sian Djin Ku Poh Karawang, Serahkan Bantuan Rp 50 Juta

Terlebih, sambung dia, kebijakan nasional saat ini lebih memprioritaskan sektor ketahanan pangan dibanding infrastruktur, sehingga berdampak langsung pada kemampuan pembiayaan proyek rekonstruksi jalan.

Lubang jalan pantura karawang
Truk terguling di Jalur Pantura Karawang.

Meski demikian, Dedi menegaskan Satker PPK 1.1 Jabar tetap menjalankan tugas sesuai kewenangan dengan memaksimalkan anggaran yang tersedia.

Saat ini pihaknya tengah mengebut pemeliharaan rutin berupa penambalan lubang (patching) menggunakan Cold Mix maupun Hot Mix (CAP), guna menjaga keselamatan pengguna jalan, khususnya menjelang arus mudik Lebaran.

Baca juga: Semrawutnya Jalan Pantura Karawang: Lubang di Mana-mana, Rawan Kecelakaan

Berdasarkan penyisiran jajarannya, dari total 361 lubang yang terdata, kini tersisa 287 lubang yang dalam proses penanganan.

Kemudian setelah Lebaran pun akan dilakukan holding atau pelapisan ulang di titik-titik tertentu yang kerap mengalami kerusakan.

“Target kita kan pokoknya insyaAllah sebelum lebaran tidak ada lagi lubang, menjaga keselamatan pengandara juga,” tandasnya. (*)