
Salah satunya dengan memperluas akses bahan bacaan, termasuk mendorong keberadaan perpustakaan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan, Sekolah SD dan SMP mengaktifkan kembali perpustakaan desa/Kelurahan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM)
Baca juga: Tabrakan Maut Mobil Pikap Vs Motor di Karawang, Pria Berseragam SPPG Tewas
Selain itu, Disarpus juga memperkuat digitalisasi layanan literasi melalui pengembangan aplikasi “Si Kancil” (Sahabat Inovasi Karawang Cinta Literasi) yang menyediakan akses buku digital hasil kerja sama dengan Gramedia.
Tak hanya itu, inovasi lain berupa Spot Baca Online juga mulai diterapkan. Layanan ini berbentuk barcode yang ditempatkan di berbagai titik strategis, sehingga masyarakat dapat mengakses buku secara digital dengan mudah.
“Upaya ini kami lakukan agar akses terhadap bahan bacaan semakin luas dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, sehingga masyarakat bisa membaca kapan saja dan di mana saja,” tutup Wahidin. (*)








