KARAWANG – Sebuah pemandangan tak biasa terjadi di kawasan Jalan Tuparev, Karawang pada Sabtu (27/6). Sejumlah botol-botol diduga minuman keras digantung melingkar di salah satu tiang listrik di jalan tersebut.
Aksi yang viral di media sosial ini diketahui sebagai bentuk sindiran keras warga terhadap Satpol PP yang dinilai abai terhadap aduan lingkungan.
Salah seorang pemilik toko, Lili Hendrawati, mengungkapkan, aksi ini dipicu oleh kekesalan warga setempat yang rukonya kerap dijadikan tempat pesta miras dan tongkrongan pemuda hingga larut malam.
Baca juga: Siswi Korban Asusila di Cibuaya Dikeluarkan Sepihak oleh Sekolah, Ini Respons DP3A Karawang
“Awal-awal memang si tukang parkir sama yang jualan di situ kita buang-buangin, kita rapih-rapihin. Tapi kan kalau ini udah keseringan. Kita juga kesel, selain botol minuman juga suka muntah, berserakan di mana-mana,” kata Lili saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6).
Selain masalah sampah dan bekas muntahan,
warga juga mengeluhkan polusi suara dari musik speaker yang menyala hingga dini hari.
Padahal, warga yang tinggal di dalam ruko tersebut membutuhkan istirahat dan hanya memberikan toleransi kebisingan hingga pukul 21.00 WIB.
“Kita udah fotoin, kita kirim ke Tanggap Karawang, kita kirim ke Satpol (PP), nggak ada yang dipilihin (ditindak). Beberapa cici (kakak) aku laporan malah cuma kayak ‘terima kasih atas laporannya’, cuma kayak gitu doang. Ada yang beberapa diblokir juga sama mereka,” lanjut Lili.
Menindaklanjuti protes warga, Satpol PP Karawang akhirnya membersihkan botol-botol tersebut.









