Beranda Regional Ketua DPRD Dituding Ikut Campur Yayasan Bravo

Ketua DPRD Dituding Ikut Campur Yayasan Bravo

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Ketua DPRD Kabupaten Karawang Pendi Anwar mengaku heran dengan adanya pihak yang secara tidak langsung menuding dirinya ikut campur dalam Yayasan Bravo Security Indonesia.

Ia pun membantah dengan tegas jika supir pribadinya Wahyu mendapatkan gaji dari Yayasan Bravo.

Menurutnya itu adalah tudingan yang tidak mendasar sama sekali, Pasalnya kata Pendi, supirnya Wahyu adalah pegawai THL yang ditunjuk Sekretaris DPRD Kabupaten Karawang yang pada saat itu di jabat oleh Agus Mulyana, tepatnya sejak dirinya resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Kabupaten Karawang.

“Sekwan menunjuk Wahyu untuk mendampingi saya sejak Oktober 2019 lalu, dengan sistem gaji flat Rp. 1,5 juta karena Wahyu kerap ikut saya kunjungan, dan wahyu pun baru menerima gajinya 2 bulan sejak bekerja dengan saya,” kata Pendi menjelaskan.

“Kalau memang ada isu seperti itu Kroscek dong ke pihak Yayasan dan ke saya, betul enggak,” imbuhnya lagi.

Kepada Tvberita.co.id, Sabtu (11/1) usai kegiatan Seminar Nasional Fakuktas Hukum UBP Karawang, Pendi menjelaskan awal sabab musababnya hingga isue tersebut muncul kepermukaan.

Diterangkannya, beberapa hari lalu pihak Yayasan Bravo mendatanginya dan meminta pendapat kepada dirinya, kaitan permintaan Toto Suripto yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Karawang Fraksi PDIP, yang hendak memasukan keponakannya menjadi Satpam (Security) di DPRD Kabupaten Karawang.

Diungkapkan Fendi lebih lanjut, pada saat itu kepada pihak Yayasan Bravo, dirinya mempersilahkan saja, karena ia mengaku tidak mempunyai kewenangan apapun di Yayasan tersebut.

“Saya persilahkan saja, itukan urusan Yayasan bukan urusan saya , saya kemudian tanya kepada Yayasan, ada ga tempatnya ?, dan pihak Yayasan mengatakan tidak ada kecuali mengeluarkan seorang sekuriti untuk digantikan oleh keponakan pak Toto,” ungkapnya menjelaskan.

“Lalu saya larang, dan saya bilang jangan kalau harus dikeluarkan, saya bilang tidak boleh kita mengeluarkan orang memecat atau memutuskan kontrak sepihak sementara orang itu tidak melakukan pelanggaran, jangan kalau memang tidak ada masalah,” kata Pendi memaparkan.

Kemudian lanjut Pendi, Ia pun membantu memberikan solusi kepada Yayasan Bravo jika memang Toto ingin menitipkan keponakannya, dengan mencari tempat yang kosong di area yang lain.

Namun saat itu, Pihak Yayasan Bravo mengatakan jika Toto bersikeras menginginkan di area Sekretariat Dewan.

“Kalau pengen disini ya silahkan rotasi, jangan di keluarkan, di rolling, tapi Yayasan bilang belum ada yang bisa di rotasi, lalu saya sarankan kalau memang belum ada secepatnya kabarkan ke Pak Toto,” terang Pendi lagi.

Soal kerajaan kecil yang dimaksud Toto dalam status Facebooknya pun, Pendi mengaku tidak tahu apa yang dimaksudkannya.

“Saya beranggapan, apakah itu buat partai apa lembaga, saya gak memahami, Saya tidak bisa menyimpulkan. Saya juga tidak pernah mengusik siapapun , bahkan saya sempat mempertanyakan kepada Kang Pipik ada apa, Pipik pun mengaku tidak tahu, ya kita sama- sama tidak tahu,” tandasnya.(nna/dhi)