Beranda Regional Ketua Komisi I DPRD Sesalkan Kadisnaker Tak Hadir RDP PT. Penguin Indonesia

Ketua Komisi I DPRD Sesalkan Kadisnaker Tak Hadir RDP PT. Penguin Indonesia

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Karawang, Asep Syaripudin, menyesalkan tidak hadirnya Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Karawang (Disnakertrans) dalam agenda rapat dengar pendapat bersama Karyawan PT. Penguin Indonesia yang menjadi korban PHK sepihak.

Asep menilai Disnaker yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah daerah Kabupaten Karawang tidak menghargai lembaganya (DPRD, Red), dan tidak mematuhi undangan yang telah diberikan jauh- jauh hari, tanpa mengutus satupun perwakilannya.

Sehingga kemudian, Rapat tersebut diundur sampai hari Kamis depan.

“Kami berharap kali ini Disnaker bisa hadir,” kata Asep.

Kepada Tvberita.co.id, Jumat (13/12), Asep mengulas agenda rapat tersebut dikarenakan adanya keluhan dari Karyawan PT. Penguin Indonesia yang tiba- tiba di PHK. Hanya karena puluhan orang ini ingin melakukan pencatatan serikat di Disnaker.

“Mereka mengeluhkan ingin melakukan pencatatan serikat di Disnaker, namun kemudian yang mereka dapatkan justru malah di PHK sepihak,” ujar Asep menjelaskan.

Dan anehnya, di hari lain, pihak perusahaan justru mencatatkan serikat buruh pilihannya ke Disnaker.

” tentunya ini suatu kejadian yang kontradiktif, yang satu yaitu FSPN dihalang – halangi dan tidak di fasilitasi, namun disisi lain ada serikat pekerja yang di tunjuk perusahaan yang justru malah terfasilitasi,” sesalnya.

Menurut Asep, Disnaker sebagai ruh- nya pemerintah, seharusnya dapat memberikan pelayanan secara maksimal kepada seluruh masyarakatnya. Apalagi acuan untuk melakukan pembentukan serikat dan pencatatan ini sudah dilakukan sesuai aturan.

“Justru PT. Penguin dan Disnaker tidak memfasilitasi itu, dan bahkan ada indikasi kedzholiman yang terstruktur dan masif yang dilakukan oleh pihak perusahaan dengan cara memberangus seluruh anggota serikat FSPN yang berjumlah 70 orang tersebut,”ungkapnya.

Ditemui ditempat yang sama, Ketua DPD Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN), Yusmar Naiman, turut menyayangkan tidak hadirnya Disnaker dan pihak Perusahaan dalam agenda rapat yang sudah diberitahukan jauh- jauh hari tersebut.

Pasalnya kata Yusmar, banyak hal yang ingin dipertanyakan oleh pihaknya kaitan dugaan PT. Penguin yang mencoba menghalang -halangi pembentukan serikat pekerja.

“Dasarnya adalah setelah dilakukan permohonan pencatatan, perusahaan langsung melakukan PHK dan mutasi kepada karyawan yang namanya masuk dalam kepengurusan FSPN, Sebanyak tiga kali kami mengajukan permohonan , dan rekan rekan kami pun malah di PHK secara bertahap. Dan lebih disayangkan lagi Disnakertrans justru malah melakukan verifikasi setelah FSPN di PHK, dan mencatatkan serikat pekerja lain,” pungkasnya.(nna/dhi)