Beranda Regional Kisruh Beres, 6 Dewan Gerindra Karawang Bakal Di-PAW

Kisruh Beres, 6 Dewan Gerindra Karawang Bakal Di-PAW

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), diklaim telah memutuskan Royke Benta Sahetapy tetap akan menduduki jabatan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Karawang.

Hal itu menjadi babak baru dalam drama kekisruhan di internal partai berlambang kepala burung garuda tersebut, sehingga rencana untuk menggusur posisi Royke oleh sejumlah pengurus DPC yang tergabung dalam “kelompok fraksi” menjadi kandas.

“DPP sudah memutuskan, jika Bang Roy tetap menjabat sebagai ketua. Surat Keputusan (SK) itu sudah kita terima dan akan kita laksanakan,” ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu Daerah (Bappda) DPC Partai Gerindra Karawang, Yanto.

Ia meminta kepada seluruh pihak, untuk menjalankan keputusan yang telah ditetapkan oleh DPP. “Jika ada pengurus yang tidak mentaati keputusan ini, pastinya akan menerima konsekuensi dari partai,” katanya.

Kekisruhan yang terjadi di tubuh partai dalam beberapa bulan ke belakang, dinilai Yanto akibat ambisi segelintir pengurus DPC yang ingin merebut jabatan ketua, tanpa mengindahkan aturan yang ada.

“Mereka yang berambisi, melakukan manuver ke sana-sini untuk menyingkirkan ketua secara semena-mena. (Pada, Red) akhirnya terbukti, upaya mereka tidak berhasil menyingkirkan ketua, karena tidak memenuhi aturan partai,” katanya.

Dalam masalah tersebut, Yanto memuji sikap Royke yang memilih menyelesaikan masalah sesuai dengan aturan partai.”Meski diperlakukan seperti itu, ketua kita tetap santai,” katanya.

Menurutnya, meski telah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari segelintir pengurus DPC yang ingin merebut posisinya, Royke tidak pernah merasa dendam dan tetap menghargai mereka sebagai kader partai.

“Bang Roy pernah bilang, jangan sampai dirinya berbuat dan memberi tindakan. Dia selalu sayang dan hargai mereka, karena itu dia diam. Tapi bila sudah nama sahabat dan kesatuan di obok-obok, dia tidak akan diam lagi. Mereka yang membuat kegaduhan harus menerima konsekuensi,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Karawang Royke Benta Sahetapy memastikan akan menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pengurus yang telah melakukan pelanggaran berat terhadap aturan partai. Bahkan untuk kader partai yang saat ini menduduki kursi DPRD Karawang akan segera di PAW (pergantian antar waktu). Langkah tegas ini dilakukan untuk menjaga kondusivitas partai yang sempat terpecah belah.

”Selama ini saya diam karena masih berharap mereka bisa menyadari kesalahannya. Ternyata sikap diam saya ini dianggap sebagai kelemahan, sehingga mereka berani melakukan perbuatan yang melanggar aturan partai. Pelanggaran berat terhadap aturan partai sanksinya pemecatan dan bagi kader yang sekarang duduk di dewan akan kita PAW,”kata Royke, Minggu (9/7).

Jika benar apa yang dikatakan Royke, maka akan ada 6 anggota DPRD Karawang dari partai Gerindra yang akan dicopot. Pasalnya keenam anggota dewan Gerindra ini merupakan inisiator untuk menggusur Royke dari jabatan ketua partai. Istilah kelompok fraksi Gerindra muncul setelah para anggota dewan ini mendorong Ajang Sopandi yang saat ini sebagai Wakil Ketua Partai menggantikan Royke.

”Ada mekanisme yang sudah diatur oleh partai untuk mengganti ketua partai. Tapi secara diam–diam mereka mengajukan susunan pengurus partai yang baru seolah-olah semua mekanisme itu ditempuh. Ini jelas pelanggaran,” Katanya.

Menurut Royke, pihaknya sudah melaporkan masalah ini ke dewan pimpinan pusat (DPP) Partai Gerindra. Karena melanggar aturan partai akhirnya pihak DPP menolak tegas susunan pengurus partai yang diajukan itu. ”Bukan hanya ditolak, tapi mereka yang melanggar aturan partai harus terkena sanksi,” katanya.

Menurut Roy kisruh bermula ketika Dewan Pimpinan Daerah membekukan kepengurusan Partai Gerindra Karawang. Dengan pembekuan itu DPD meminta agar pengurus DPC Partai Gerindra Karawang melakukan beauty contest untuk memilih calon ketua partai. Kebijakan ini melanggar aturan partai, karena untuk memilih ketua partai harus melalui musyawarah cabang dan memilih 5 orang calon untuk diajukan ke dewan pimpinan pusat.

“Sekarang sudah selesai, pengurus pusat sudah mengembalikan kepada pengurus yang lama,” katanya.(cr16/ds)

Komentar Facebook