Beranda Regional Komisi I DPRD Purwakarta Mediasi Sengketa Sumber Air Dua Desa

Komisi I DPRD Purwakarta Mediasi Sengketa Sumber Air Dua Desa

PURWAKARTA, TVBERITA.CO.ID- Komisi I DPRD Kbupaten Purwakarta melakukan mediasi sengketa dua desa, yakni Desa Pondok Bungur Kecamatan Pondok Salam dan Desa Cipeundeuy Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta.

Permasalahan awal dipicu oleh pengaduan Kepala Desa Pondok Bungur, Kecamatan Pondok Salam, yang menjelaskan air yang mengalir ke desa mereka saat ini menjadi bau dan volumenya menjadi berkurang, terutama ketika musim kemarau. Diduga, perubahan kondisi air itu terjadi sejak berdirinya kawasan wisata Taman Batu, yang berdomisili di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong pada tahun 2016 sampai sekarang.

Desa Pondok Bungur, Desa Cipeundeuy, dan kawasan wisata Taman Batu selama ini memanfaatkan 20% sumber mata air Cijanun, sedangkan 80 % lagi dikelola oleh PDAM. Warga memanfaatkan sumber air tersebut untuk konsumsi kebutuhan sehari-hari, sedangkan Taman Batu dimanfaatkan sebagai kolam renang atau objek wisata. Dinilai hal ini terjadi karena
Taman Batu yang merupakan objek wisata belum memiliki IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah) yang memadai, dn diduga air yang mengalir ke Desa Pondok Bungur menjadi tercemar.

Pertemuan dua desa untuk medisi Itu juga dihadiri oleh Camat Pondok Salam Dede Sanusi,SH, Kepala Desa Pondok Bungur Abun CS, Camat Bojong Wawan Darmawan, Kepala Desa Cipendeuy Kosasih, Pengelola Taman Batu Imron Salim, dan sejumlah tokoh masyarakat dari kedua desa.

Dijelaskan, sebelum ada Taman Batu yang menjadi objek wisata, memiliki bak penampungan air, yang mengalir ke Desa Pondok Bungur. Namun, saat ini air dari bak penampungan, mengalir dulu ke Taman Batu, baru ke Desa Pondok Bungur.

“Inilah akar masalahnya, yang seharusnya dikembalikan ke awal. Bagaimana caranya agar air ke Desa Bungur itu langsung dari bak penampungan,”jelas UM Sulaeman Anggota Komisi I DPRD.

“Kami menilai ini persoalan teknis saja. Bagaimana supaya air yang mengalir ke Desa Pondok Bungur tetap seperti biasa dan tidak tercemari. Air yang kelihatan bersih bukan berarti bebas dari B3. Jadi, harus diperiksa di laboratorium,”ujarnya

Selain itu Ketua Komisi I Fitri Maryani sempat bersitegang dengan salah seorang pendamping desa yang menuding dewan berat sebelah, hal ini memicu Ketua Komisi I untuk menyatakan dengan tegas, bahwasanya anggota Komisi I sama sekali tidak memihak desa manapun.

“Semuanya masyarakat Purwakarta, tapi sehubungan yang mengeluhkan Desa Pondok Bungur, maka kami perlu mengklarifikasi kepada Desa Cipeundeuy,” tegas Fitri Maryani.

Sementara itu, terkait tentang perijinan usahanya pengusaha Taman Batu Imron Salim menuturkan, perijinan sudah diurus.

“Kalau dinilai masih ada kekurangan, kami akan taat untuk mengurusnya,” jelas Imron. Sedangkan bentuk kerja samanya, lanjutnya, dilakukan pihaknya dengan Kades terdahulu, dibuat dengan durasi 25 tahun dan berakhir tahun 2041.

“Setelah 25 tahun, segala bentuk bangunan menjadi milik Desa Cipeundeuy,” ujarnya, seraya menambahkan, pihaknya juga membayar ke kas desa setiap 2 tahun sekali.

Mediasi yang dilakukan oleh dua desa bersama Komisi I DPRD memberi isyarat bagaimana semua pihak tidak ada yang dirugikan dan bisa memanfaatkan air tersebut. Pasalnya, sesuai undang-undang air dan tanah dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kemakmuran rakyat. Ini menyangkut masalah teknis yang berkaitan juga dengan dengan PDAM, maka mediasi tersebut belum dikatakan berhasil menemukan titik temu. Komisi I rencananya akan mengundang pihak PDAM untuk membahas masalah ini.(KB)

Komentar Facebook