Beranda Regional Komisi IV DPRD Adopsi Sistem Pengelolaan Sektor Pendidikan dari Badung

Komisi IV DPRD Adopsi Sistem Pengelolaan Sektor Pendidikan dari Badung

PURWAKARTA, TVBERITA.CO.ID- Komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta yang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Badung dan Kabupaten Tegal sebelumnya, yang membahas pelayanan BPJS Kesehatan bagi masyarakat, yang berharap agar Pemda Purwakarta menanggung Premi bagi masyarakat tidak mampu, artinya program Jamkesda, Jamkesmas, Jampis sudah tidak ada lagi, kecuali KIS masih berlaku.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta dari Fraksi PPP Komarudin Noor, menjelaskan di wilayah Tegal masih ada warganya yang miskin dan harus dibantu oleh pemerintah.

“Di Purwakarta, menurut catatan BPJS masih ada sekitar 70.000 warga yang tergolong kategori miskin. Artinya, masuk BPJS kelas 3 saja yang rata-rata preminya Rp. 30.000 per orang, mereka tidak mampu. Jadi, pemerintah menganggarkan sebesar Rp. 12 M untuk tahun ini, agar mereka terintegrasi ke dalam BPJS,” jelas Komarudin Noor sambil menambahkan, APBD sebesar Rp. 12 M itu, 60 % ditanggung APBD Kabupaten dan 40 % APBD Provinsi.

Sedangkan, sewaktu kunjungan ke Kabupaten Badung, Bali, Komarudin Noor mengaku menghadapi kenyataan yang sangat luar biasa.

“Semua orang, kaya atau miskin, asal mau premi BPJS-nya ditanggung oleh pemerintah daerah, maka akan ditanggung,” jelasnya.

Ditambahkan, anak didik di sana dari SD sampai SMP diberi seragam dan tidak ada pungutan apapun, bahkan kepada setiap siswa diberi sebuah laptop. Sementara, bagi orang yang meninggal diberikan santunan sebesar Rp. 10 juta.

“Sedangkan, kalau usia penduduknya mencapai 70 tahun, setiap orang mendapat santunan sebesar Rp. 1 juta,” ujarnya.

“Apakah kita bisa seperti Kabupaten Badung, rasanya, memang masih mustahil. Pasalnya, APBD di sana sebesar Rp. 10 T, sedangkan PAD-nya Rp. 7 T. Sementara di Purwakarta APBD 2,1 T dan PAD-nya hanya Rp. 400 M. Bahkan mereka mampu membantu kabupaten tetangganya,” jelas Komarudin Noor.

Kembali dijelaskan, pariwisata menyumbang PAD terbesar di Kabupaten Badung, sementara di Purwakarta sendiri sebenarnya bisa meningkatkan PAD dari sektor pariwisata Dicontohkannya, Taman Air Mancur Sri Baduga, Curug Cijalu, Situ Wanayasa, Cipanas Ciracas dll, bisa mendatangkan PAD yang besar jika dikelola secara profesional. Kalau pemerintah daerah tidak mampu, sebenarnya bisa bekerjasama dengan pihak ketiga,”paparnya.

“Kita akan terus mengkaji untuk sumber-sumber PAD ini yang nantinya akan berimbas kepada masyarakat, sehingga peningkatan PAD bisa lebih diprioritaskan,”pungkasnya.(r2/ris)