
KARAWANG – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang, Senin malam (7/7). Di tengah guyuran hujan deras, 7 jemaah haji bersaudara asal Dusun Cibalado, Kecamatan Klari, tiba kembali ke tanah air usai menunaikan ibadah haji bersama Kloter JKS 54.
Kepulangan mereka sekitar pukul 22.15 WIB disambut penuh sukacita oleh keluarga dan kerabat yang telah menanti sejak sore.
Hujan yang mengguyur Karawang sejak usai salat Maghrib tak menyurutkan semangat para penjemput, yang rela berdiri berjam-jam demi menyambut orang-orang tercinta.
Baca juga: 309 Kopdes Merah Putih di Karawang Sudah Berbadan Hukum, Siap Diresmikan Serentak Akhir Pekan Ini
Perjalanan Spiritual Kuatkan Ikatan Keluarga

Tujuh jemaah tersebut berangkat ke Tanah Suci pada 27 Mei lalu, dilepas langsung oleh Kepala Kankemenag Karawang, H. Sopian. Kloter JKS 54 sendiri merupakan kloter gabungan yang terdiri dari jemaah asal Karawang, Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Tasikmalaya.
Salah satu dari tujuh bersaudara, Kasman Somantri, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran ibadah yang mereka jalani bersama.
“Alhamdulillah, kami bisa melaksanakan ibadah haji dengan khusyuk dan kembali ke Karawang dalam keadaan sehat. Saya juga diberi amanah oleh ketua kloter untuk membimbing keluarga dan puluhan jemaah lainnya. Ini menjadi pengalaman spiritual yang luar biasa bagi kami sekeluarga,” tutur Kasman dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga dan kerabat yang setia menunggu dan menyambut kepulangan mereka meski diguyur hujan lebat.
“Terima kasih kepada keluarga yang mendoakan dan menyambut kami dengan penuh cinta, meski kondisi hujan tak bersahabat,” imbuhnya.
Baca juga: Data Lengkap Banjir yang Merendam 3 Kecamatan di Karawang
Momen Langka dan Inspiratif
Turut hadir dalam proses penjemputan, Deden Lukmanul Hakim, pelaksana Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Karawang.
Dia mengaku terkesan melihat kekompakan dan semangat kebersamaan keluarga ini sejak awal keberangkatan.
“Sungguh luar biasa. Dari proses pemberangkatan hingga pemulangan, mereka sangat kompak. Kebersamaan tujuh bersaudara ini menjadi inspirasi bagi banyak orang,” ujarnya. (*)








